Bersih-Bersih Pasar Tanah Abang

Senin, 3 Mei 2021 14:28 Reporter : Yunita Amalia
Bersih-Bersih Pasar Tanah Abang TNI-Polri Jaga Ketat Pasar Tanah Abang. ©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Pengunjung Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Senin (3/5) pagi kembali normal. Tidak ada lagi lonjakan jumlah penumpang seperti tiga hari sebelumnya.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), terpantau menertibkan para pedagang kaki lima. Melalui akun instagram @satpolpp.dki, kegiatan penertiban dilakukan di Jalan Jati Baru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Jika penertiban PKL pada Jumat - Minggu menuai perlawanan, penertiban hari terpantau berlangsung kondusif. Para pedagang di trotoar secara mandiri mengemas barang-barang dagangan mereka.

Akses menuju Pasar Tanah Abang pun dilakukan rekayasa. Bagi pengendara kendaraan pribadi menuju Pasar Tanah Abang. Akibatnya, lalu lintas sekitar mengalami macet parah.

Kemacetan terpantau melalui unggahan @jktinfo. Dalam unggahannya terlihat mobil derek milik Dinas Perhubungan terpakir menutup jalan menuju Pasar Tanah Abang.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan rekayasa lalu lintas terhadap kendaraan pribadi bertujuan untuk menekan mobilitas masyarakat ke pusat grosir terbesar di Jakarta.

Kendati KRL dan kendaraan pribadi mengalami rekayasa lalu lintas. Syafrin mengatakan transportasi publik selain KRL beroperasi secara normal tanpa menjalani rekayasa.

"Untuk angkutan umum tetap. Kendaraan pribadi saja yang dilakukan rekayasa lalu lintas," ucap Syafrin.

Pada kesempatan sebelumnya Direktur Niaga PT Kereta Api Indonesia (KAI) Dadan Rudiansyah menjelaskan rekayasa KRL untuk mengurangi kepadatan penumpang, kereta tidak akan berhenti di Stasiun Tanah Abang pada pukul 15.00-19.00 WIB. Karena hal itu, dia meminta agar masyarakat dapat mendatangi stasiun terdekat, yakni Stasiun Duri ataupun Karet.

"Jadi nanti dialihkan ke stasiun-stasiun kiri-kanan (Duri dan Karet) biar enggak menumpuk di Tanah Abang," ucapnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan pihaknya akan melakukan pengendalian untuk pembatasan calon penumpang yang akan menggunakan KRL. Yakni mulai dari kawasan sebelum menaiki jembatan penyeberangan multiguna (JPM).

"Kemudian juga di sisi utara, di ujung utara Jalan Jatibaru, di situ ada tempat untuk Transjakarta masuk, itu akan jadi tempat antrean juga. Sehingga nanti akan ada penertiban untuk antre masuk ke dalam stasiun," ucap Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga mengatakan jumlah pengunjung Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat mengalami peningkatan. Yakni bila dibandingkan dengan jumlah pengunjung pada Sabtu (1/5) yang mencapai 87 ribu orang.

"Hari Sabtu terjadi lonjakan jumlah pengunjung yang sebelumnya 35 ribu jadi 87 ribu. Dan hari ini data sementara diperkirakan sekitar 100 ribu pengunjung," jelas Anies.

Namun, aksi penertiban oleh Pemprov DKI dinilai terlambat. Anggota DPRD DKI Gilbert Simanjuntak mengatakan, keramaian di Pasar Tanah Abang terjadi akibat adanya kelalaian pihak terkait.

"Saya lihat ada yang lalai dengan tugasnya dan harus ada yang bertanggungjawab," ucap Gilbert.

Sementara Wakil Ketua DPRD Zita Anjani mengatakan aktivitas perekonomian di Pasar Tanah Abang merupakan hal wajar mendekati lebaran. Hanya saja Pemprov DKI dan masyarakat wajib sama-sama menyadari dan tertib dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Ini momentum lebaran. Boleh buka, boleh belanja, tapi tetap prokes. Jadi ekonomi terus jalan, kesehatan tetap terjaga," kata Zita.

Merdeka.com telah meminta data pengunjung di beberapa pusat-pusat grosir di Jakarta, kepada PD. Pasar Jaya. Namun hingga kini belum ada data yang disampaikan. [ded]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini