Berpotensi rusak karang, proyek breakwater dinilai tak sesuai janji Anies

Rabu, 12 September 2018 14:14 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Berpotensi rusak karang, proyek breakwater dinilai tak sesuai janji Anies Pulau Seribu. ©2015 Merdeka.com/Rahmat

Merdeka.com - Ketua KNPI Kepulauan Seribu, Didi Setiadi mengaku kecewa dengan kebijakan SDA Kepulauan Seribu yang ingin membuat proyek pembangunan pemecah ombak (Breakwater) di tiga pulau pemukiman Kabupaten Kepulauan Seribu, Rencananya, proyek itu akan dilakukan di Pulau Untung Jawa, Pulau Tidung, dan Pulau Sebira.

"Proyek puluhan miliar tersebut enggak sesuai dengan janji kampanye Anies kemarin, ini proyek gagal. Minim manfaat dan proyek turunan reklamasi teluk Jakarta," kata Didi saat dikonfirmasi, Selasa (18/9).

Menurut Didi, selain tak sesuai dengan janji Anies saat kampanye kemarin. Proyek ini telah membunuh karang-karang di dasar laut.

"Pengerjaan proyeknya asal-asalan. Penurunan material ke dasar laut bikin rusak karang. Saya memiliki foto underwater. Karang rusak. Kalau karang rusak, lalu apa yang tersisa?," jelas Didi.

Didi mengaku heran, proyek merusak lingkungan seperti ini bisa lewat dari pengawasan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).

"Kan Pak Gubernur sudah bikin Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) pengelolaan pesisir dan kepulauan seribu. Masa yang beginian, yang merusak lingkungan dan enggak sesuai janji kampanye lewat juga dari pengawasan," tegasnya.

Bahkan Didi curiga, Tim TGUPP ini tak ada manfaat sama sekali. "Ini kerja mereka apa? mereka cuma numpang nama atau ada orangnya tapi tak paham masalah pulau?" lanjut Didi.

Pihaknya meminta proyek betonisasi tersebut dihentikan. Pasalnya, setiap pulau sudah dibuat jalan lingkar yang fungsinya juga untuk menghambat abrasi air laut.

"Jalan lingkar yang mengelilingi pulau sudah cukup untuk menghambat abrasi. Terus mau dibeton lagi? Percuma. Buang-buang uang," katanya.

Proyek senilai 87,3 miliar ini akan lebih bermanfaat jika digunakan untuk kebutuhan mendesak warga pulau. "Ketersediaan air bersih itu masih menjadi persoalan masyarakat pulau. Beberapa pulau, air konsumsi terasa asin. Lalu, soal peningkatakan pelayanan pariwisata juga menjadi kebutuhan mendesak ketimbang menenggelamkan beton ke laut," tandasnya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini