Berlebaran di Balaikota, disabilitas curhat ke Anies sering ditangkap Dinsos DKI

Kamis, 21 Juni 2018 11:08 Reporter : Merdeka
Berlebaran di Balaikota, disabilitas curhat ke Anies sering ditangkap Dinsos DKI Penyandang tuna netra menyambangi Balairung. ©2018 Liputan6.com

Merdeka.com - Sejumlah penyandang tuna netra menyambangi Balairung, Kantor Balai Kota Jakarta untuk berlebaran dengan Gubernur DKI Anies Baswedan dan Wakilnya, Sandiaga Uno.

Juwariah, seorang di antaranya, berpesan khusus kepada sang gubernur terkait aksi pihak Dinas Sosial yang kerap menangkap dia bersama kelompoknya karena dianggap gerombolan pengemis (gepeng).

Padahal, menurut pengakuannya, para tuna netra bukanlah pengemis, melainkan pengamen yang mencari nafkah dengan halal dan menjual karya.

"Kami ngamen di Tanah Abang. Inginnya bapak Anies itu supaya membebaskan kita untuk berkarya," kata dia di lokasi, Kamis (21/6/2018).

Usai ditangkap, Juwariah mengaku tidak mendapat perlakuan yang semestinya, seperti pelatihan keterampilan dan sebagainya. Malah, dia merasa terintimidasi karena ditempatkan di lokasi penampungan.

Juwariah menjelaskan, langkah kelompok tuna netra mengamen adalah sebuah keterpaksaan lantaran profesi sebagai tukang pijit semakin sepi pelanggan. Karenanya, bakat yang merasa dimiliki lewat bidang tarik suara dijajal untuk menafkahi kehidupan.

"Kami tahu baru bapak Anies yang peduli dengan kami. Jadi doakan mudah-mudahan Bapak Anies terus peduli sama kita-kita, kita doakan bisa jadi Presiden," dia menandasi. [ded]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini