Berbekal Aduan Warga, DPRD DKI Tunda Anggaran Revitalisasi Trotoar Jakarta

Kamis, 7 November 2019 09:03 Reporter : Fikri Faqih
Berbekal Aduan Warga, DPRD DKI Tunda Anggaran Revitalisasi Trotoar Jakarta revitalisasi trotoar tebet. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - DPRD DKI Jakarta menunda anggaran revitalisasi trotoar di DKI Jakarta untuk tahun 2020 mendatang yang diusulkan oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta sebesar Rp1,2 triliun. Komisi D DPRD DKI Jakarta meminta kepada eksekutif untuk memperjelas penggunaan anggaran tersebut.

"Penjelasan menurut kami ini belum pas. Kami minta Senin," kata Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah di Jakarta, Rabu (7/11).

Dia mengaku, pihaknya belum mendetilkan secara teknis berapa panjang revitalisasi trotoar karena pembahasan baru pada dokumen Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk tahun anggaran 2020. Namun Komisi D sepakat untuk menunda anggaran itu berbekal aduan warga.

"Belum ke teknis berapa kilo karena terpecah-pecah. Kemarin masih berbicara, mengapa harganya terlalu tinggi, ini kan bikin macet, warga bicara semenjak ada trotoar dibangun, kota macet luar biasa. Itu yang masih pembahasan, makanya kami masih tunda," ucap politisi PDI Perjuangan tersebut.

1 dari 1 halaman

Pertanyakan Lebar Trotoar 5 Meter

Menyusul laporan masyarakat, Ida juga mempertanyakan apakah lebar trotoar tersebut harus dengan ketentuan lebar lima meter.

"Apakah iya trotoar harus selebar itu, setelah trotoar dibangun, fungsinya apa sih. Apakah untuk parkir? Kemarin alasan pejalan kaki dan sepeda supaya lebih nikmat, harapannya orang tidak lagi pakai motor mobil. Sekarang sudah siapkan belum agar orang itu tidak menggunakan mobil, trotoar lebar jalan nikmat, kalau transportasi umum belum ada, kan perlu dipikirin," ujarnya seperti dilansir dari Antara.

Menurut Ida, dengan adanya anggaran revitalisasi trotoar tersebut dan realisasinya hingga saat ini, kebijakan tersebut dianggap janggal.

"Kebijakan ini menurut kami agak janggal. Karena uang ada warga butuh trotoar untuk jalan tapi apakah selebar itu?" tutupnya. [fik]

Baca juga:
Tebangi Pohon-Pohon Angsana di Cikini, Ini Penjelasan Pemprov DKI
Pengerjaan Revitalisasi Trotoar Dianggap Bahayakan Pejalan Kaki
Giliran Pohon-Pohon di Kramat Raya Terancam Ditebang
Pengamat Desak Dinas Kehutanan DKI Cek Kesehatan Pohon Ketimbang Menebang
Proyek Trotoar Memperparah Kemacetan Lalu Lintas Ibu Kota

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini