Bentuk Pansus, DPRD DKI nilai biaya pembangunan LRT terlalu mahal

Senin, 16 April 2018 16:14 Reporter : Merdeka
Empat kandidat bakal calon gubernur DKI. ©2016 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - DPRD DKI berencana membentuk panitia khusus (Pansus) terkait proyek kereta rel ringan atau light rail transit (LRT) fase II. Alasannya untuk melakukan pengawasan terhadap pembangunan moda transportasi berbasis rel tersebut.

"Memang ada beberapa kawan DPRD mengusulkan adanya pansus LRT. Kenapa? Karena kan mau dibangun fase II. Kami lihat di fase I, LRT yang dibangun PT Jakpro kemahalan," kata Wakil Ketua DPRD M Taufik di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (16/4).

Politisi Gerindra ini mengatakan, pihak legislatif mendapat laporan biaya pembangunan LRT DKI Jakarta lebih mahal dibandingkan dengan LRT Jabodebek yang digarap oleh PT Adhi Karya Tbk. dan LRT Palembang yang dibangun PT Waskita Karya Tbk.

Menurut Taufik, biaya pembangunan LRT Jakpro lebih dari Rp 1 triliun untuk setiap kilometer, sedangkan LRT Jabodebek berkisar Rp 600 miliar.

"Saya kira perlu ada diskusi panjang karena Pemprov DKI akan memulai pembangunan fase II," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menargetkan, LRT dapat selesai Juli atau sebelum Asian Games terlaksana.

"Kami memberikan target ini harus beroperasi sebelum Asian Games dan sebelum Asian Games kira-kira Juli kita akan mulai operasionalkan," ujarnya.

Seperti diketahui, proyek pembangunan LRT Jakarta Fase I oleh PT Jakpro terbentang sepanjang 5,8 kilometer dari Velodrome Rawamangun, Jakarta Timur hingga Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pembangunan tersebut menggunakan dana APBD DKI sebesar Rp 5,3 triliun.

Reporter: Delvira Hutabarat

Sumber: Liputan6.com [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini