Bentrok PKL Tanah Abang dengan Satpol PP, Dua Provokator Ditetapkan Tersangka

Jumat, 18 Januari 2019 14:02 Reporter : Nur Habibie
Bentrok PKL Tanah Abang dengan Satpol PP, Dua Provokator Ditetapkan Tersangka Satpol PP berjaga di bawah skybridge Tanah Abang. ©Liputan6.com/Immanuel Antonius

Merdeka.com - Polisi telah menetapkan dua orang sebagai tersangka atas kericuhan yang terjadi di Pasar Tanah Abang saat penertiban pedagang kaki lima oleh Satpol PP. Kejadian ini terjadi pada Kamis (17/1) kemarin.

"Ditangkap tiga orang dan dua orang sebagai tersangka, dikenakan Pasal 212 KUHP, maksimal 1 tahun 4 bulan," kata Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat (18/1).

Lukman menjelaskan, keduanya yakni EW (27) dan SE (54) ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti telah melakukan provokasi dan juga melakukan perlawanan kepada petugas seperti video yang telah beredar di media sosial.

"Ada rekaman video itu, dia terekam video itu dia ikut memprovokasi dan melawan petugas yang sedang melaksanakan tugas, itu ada pasalnya. Terus ada tongkat, batu buat yang dilempar ke mobil satpol PP, termasuk kendaraan satpol PP yang spionnya pecah," jelasnya.

"Mereka ini pedagang. Ya, sebetulnya mereka memaksakan ingin berjualan di situ, padahal di situ kan area dilarang berjualan, mereka aja yang tidak mau tertib dan tak dapat tempat di Skybridge," sambungnya.

Meski sudah menetapkan dua orang tersangka, polisi terus melakukan pengembangan terkait kejadian tersebut. "Kita masih kembangkan juga, berusaha mencari tersangka-tersangka lain, sudah diamankan dua di polsek ada dua," ujarnya.

Menurutnya, kejadian seperti ini sering kali terjadi pada saat Satpol PP coba untuk melakukan penertiban. "Ya udah berapa kali mereka, emang sifatnya kucing-kucingan, udah sering ditertibkan, kemudian tetap mereka memaksa jualan di situ," ucapnya.

Meski begitu, Lukman mengaku belum mengetahui kejadian ini apakah murni pedagang yang melakukan karena tak terima ditertibkan atau karena ada suatu ormas tertentu yang menungganginya.

"Sampai saat ini belum ada, ya karena mereka pedagang ingin berjualan. Belum ada motif-motif lain," tuturnya.

Untuk mengantisipasi, agar tak terulang terjadinya peristiwa tersebut. Pihaknya sampai saat ini masih melakukan patroli di sekitar lokasi kejadian.

"Saat ini kita melakukan penjagaan patroli. Kita melakukan penjagaan bareng, penertiban kita juga bareng, bergabung. Antisipasi ada 10 personel tidak dengan senjata lengkap, tapi dengan persuasif. Kondisi sekarang aman, tertib sekali normal kembali," pungkasnya.

Sebelumnya, Sebuah video berdurasi 37 detik viral di media sosial, Instagram. Di mana terlihat kericuhan terjadi tepatnya di Jalan Kebon Jati Raya, Kolong Blok F Tanah Abang, Jakarta Pusat antara Jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dengan para pedagang kaki lima (PKL).

"Hanya ribut-ribut sedikit saja itu, para PKL menuntut supaya bisa berjualan di lokasi yang dilarang untuk berjualan," kata Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono saat dihubungi, Kamis (17/1).

Dari informasi yang berhasil dihimpun, kejadian berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB. Di mana saat itu tim patroli dari Satpol PP Jakarta Pusat tengah menjalankan patroli rutin di sekitar kawasan Tanah Abang. [bal]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini