Bentrok PKL dan Satpol PP di Tanah Abang, Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Jumat, 18 Januari 2019 14:14 Reporter : Ronald
Bentrok PKL dan Satpol PP di Tanah Abang, Polisi Tetapkan Dua Tersangka Ilustrasi Bentrokan. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Dua orang ditetapkan sebagai tersangka bentrokan antara pedagang kaki lima (PKL) dan petugas Satpol PP di Jalan Kebon Jati Raya, Kolong Blok F Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (17/1). Dua tersangka sebelumnya ditangkap lantaran dianggap provokator dalam insiden tersebut.

"Ditangkap 3 orang, 2 sebagai tersangka, untuk itu kita masih kembangkan juga, berusaha mencari tersangka-tersangka lain, sudah diamankan dua di Polsek ada dua," ujar Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Lukman Cahyono saat dikonfirmasi, Jumat (18/1).

Lukman menyebut, dua tersangka tersebut terekam dalam video sebagai aktor intelektual kericuhan tersebut. Keduanya ikut melakukan provokasi dan melawan petugas.

"Keduanya terkam video itu dia ikut memprovokasi dan melawan petugas yang sedang melaksanakan tugas, itu ada pasalnya," kataya.

Namun, Lukman belum membeberkan identitas kedua tersangka. Dia hanya menyebut dua tersangka merupakan pedagang di sekitar Tanah Abang.

"Backgroundnya pedangang," tambahnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal Pasal 212 KUHP tentang Perbuatan Melawan Aparat Hukum. "Maksimal 1 tahun 4 bulan Penjara," pungkas Lukman.

Bentrokan terjadi di kawasan Tanah Abang Jakarta Pusat. Kapolsek Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono menyebut pihaknya telah mengamankan tiga orang yang diduga provokator dalam peristiwa itu.

"Tiga orang yang diduga provokator baru kita periksa. Kalau terbukti kita akan lakukan penahanan," kata AKBP Lukman Cahyono, saat dihubungi, Kamis (17/1).

Lukman menyebut, saksi menyebut tiga orang ikut melempari mobil Satpol PP menggunakan batu. Namun diketahui apakah ketiganya pedagang atau bukan.

Saat ini, ketiganya masih diperiksa. "Dari keterangan tersangka ini mungkin ada tersangka lainnya," jelasnya.

Terpisah, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi, menyatakan kerusuhan di Tanah Abang merupakan bentuk perlawanan dari penertiban oleh Satpol PP. Dia juga menyebut penertiban tersebut merupakan kegiatan sehari-hari di kawasan tersebut.

"Sudah ada jembatan penyeberangan multiguna (JPM). Kan pedagang udah pada naik semua dan itu diisi kembali oleh para pedagang dan si tuan tanah atau pemilik lahan liar berperan," jelasnya. [gil]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini