Belum Ambil Langkah Hukum, Anies Tunggu Hasil Investigasi Petugas Ambulans Cidera

Jumat, 27 September 2019 14:33 Reporter : Merdeka
Belum Ambil Langkah Hukum, Anies Tunggu Hasil Investigasi Petugas Ambulans Cidera anies baswedan pembina pramuka. ©2019 Merdeka.com/anies baswedan pembina pramuka

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyebut ada petugas ambulans Pemprov DKI Jakarta mengalami cidera saat bertugas di lokasi demo berujung ricuh beberapa waktu lalu. Sampai saat ini, Anies belum memutuskan apakah akan membawa kejadian itu ke jalur hukum atau tidak.

Anies beralasan, pihaknya masih menunggu proses investigasi baru memutuskan langkah apa yang akan diambil.

"Persis (menunggu investigasi), karena di lapangan itu banyak orang yang di sana, ada yang berseragam, ada yang warga, ada yang preman, kita enggak tahu. Preman itu artinya berpakaian preman ya," kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (27/9).

Terpenting, tegas Anies, petugas ambulans sudah bekerja berdasarkan standar yang telah ditentukan.

"Nanti sesudah itu kita lihat ya. Tapi intinya adalah saya selalu katakan pada seluruh petugas kita yang dikirim bahwa Anda bekerja atas nama negara," paparnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti meminta klarifikasi dan rehabilitasi nama baik Pemprov terkait kabar keterlibatan ambulans dalam aksi demo pelajar yang berujung anarkistis kemarin. Kabar itu sebelumnya viral di media sosial.

Permintaan itu disampaikan Widya saat melakukan konferensi pers di Mapolda Metro Jaya. Tuntutan itu dirinci oleh Dinas Kesehatan menjadi empat poin.

"Kami minta agar rehabilitasi nama baik institusi Pemprov DKI Jakarta termasuk jajaran Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Keempat, perlu adanya klarifikasi dari pihak kepolisian atas pemberitaan dan kabar dari media sosial," kata Widya, Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Widya meyakinkan, kabar ada batu dan bensin itu bohong. Hal itu dibuktikan dari proses klarifikasi oleh polisi terhadap petugas ambulans serta pelaku. Atas dasar itu, Widya mewakili Dinas Kesehatan Pemprov meminta polisi mengklarifikasi kabar bohong itu.

Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com [lia]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini