Baru Ahok yang berani gusur warga Kampung Pulo di bantaran Ciliwung

Jumat, 21 Agustus 2015 08:15 Reporter : Lia Harahap
Baru Ahok yang berani gusur warga Kampung Pulo di bantaran Ciliwung Basuki Tjahaja Purnama. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Menurut saya kalau biarkan banjir itu melanggar HAM. HAM rakyat dilanggar kalau banjir. Kalau ingin mengatasi banjir ya tolong jangan tinggal di sungai


- Basuki Tjahaja Purnama

Merdeka.com - Setiap tahunnya, wilayah Kampung Pulo, di Jakarta Timur, tak pernah absen dari banjir. Saking sering kebanjiran, warga di sana seolah terbiasa saat rumah dan barang-barang berharga mereka terendam air dengan ketinggian 1-2 meter.

Sudah berulang kali dicarikan solusi agar warga Kampung Pulo bisa direlokasi dari bantaran agar normalisasi Kali Ciliwung bisa dilakukan. Namun, selalu mentok karena warga merasa lahan yang dibangun hunian adalah milik mereka, meskipun dalam temuannya ada sebagian yang tak bersertifikat.

Warga yang sudah puluhan tahun tinggal di sana, selalu coba melakukan perlawanan. Mereka berdalih di sana, rumah dan tempat mencari nafkah. Soal banjir, mereka menganggap itu sebagai risiko.

"Yah sudah biasa lah, jadi enggak perlu lagi ngungsi, palingan nanti sore sudah surut," ujar Trisno seorang warga RW 03/RT 06.

Mereka pun sudah mengantisipasi saat musim penghujan tiba. Misalnya dengan sigap memindahkan sejumlah barang elektronik ke lantai dua rumahnya. Memang, di sana sebagian rumah warga berlantai dua.

"Jadi begitu pintu air di Bogor siaga 3, kami langsung beritahukan pada warga agar segera mengemasi barangnya," ujar Ketua RT 04/03, Kampung Pulo, Usep, dengan santainya saat kebanjiran pada tahun 2012 lalu [efd] SELANJUTNYA

Topik berita Terkait:
  1. Ahok
  2. Penggusuran Kampung Pulo
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini