Baru Ahok yang berani gusur warga Kampung Pulo di bantaran Ciliwung

Jumat, 21 Agustus 2015 08:15 Reporter : Lia Harahap
Baru Ahok yang berani gusur warga Kampung Pulo di bantaran Ciliwung Basuki Tjahaja Purnama. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Menurut saya kalau biarkan banjir itu melanggar HAM. HAM rakyat dilanggar kalau banjir. Kalau ingin mengatasi banjir ya tolong jangan tinggal di sungai


- Basuki Tjahaja Purnama

Merdeka.com - Ketegasan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta soal warga bantaran yang jadi salah satu penyebab banjir di Jakarta mulai terlihat saat ibu kota dipimpin pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama. Maklum saja, beberapa bulan setelah pelantikannya pada Oktober 2012, Jakarta teredam banjir termasuk kawasan HI, Balaikota dan Istana Kepresidenan.

Bahkan, tanggul vital di kawasan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, sampai jebol. Kala itu Jokowi dan Ahok sempat tertegun.

Tak mau Jakarta terus kebanjiran keduanya berpikir sebuah solusi. Setelah meninjau lokasi banjir termasuk Kampung Pulo, Jokowi tahu salah satu penyebabnya karena bantaran kali menjadi sempit karena dipenuhi rumah ilegal penduduk.

Jokowi lantas mengonsepkan tiga cara untuk mengatasi banjir di Kampung Pulo. Satu yang utama bisa merealisasikan program bebas banjir adalah komunikasi antara masyarakat setempat dan pemerintah.

Sayang, belum genap dua tahun di DKI, Jokowi terpilih sebagai Presiden ke 7 RI menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono. Aksi nyatanya membereskan banjir di Kampung Pulo tak terlihat. [efd] SELANJUTNYA SEBELUMNYA

Topik berita Terkait:
  1. Ahok
  2. Penggusuran Kampung Pulo
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini