Baru Ahok yang berani gusur warga Kampung Pulo di bantaran Ciliwung

Jumat, 21 Agustus 2015 08:15 Reporter : Lia Harahap
Baru Ahok yang berani gusur warga Kampung Pulo di bantaran Ciliwung Basuki Tjahaja Purnama. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Menurut saya kalau biarkan banjir itu melanggar HAM. HAM rakyat dilanggar kalau banjir. Kalau ingin mengatasi banjir ya tolong jangan tinggal di sungai


- Basuki Tjahaja Purnama

Merdeka.com - Sebenarnya, persoalan warga yang menumpuk di Kampung Pulo sudah menjadi perhatian setiap gubernur yang memimpin. Bahkan di tahun 2006, saat Sutiyoso masih jadi gubernur DKI, dia sudah pernah menawarkan pada warga untuk pindah ke rusun. Soal lahannya akan dia carikan yang terpenting warga tak terkena banjir lagi.

"Kita sudah proyeksikan. Punyalah!" kata Sutiyoso kala itu.

Tapi niatan itu ditolak mentah-mentah sejumlah warga. Mereka ogah pindah ke rusun karena tak mau ada anggaran lebih besar yang keluar setiap bulannya.

"Saya nggak mampu kalau harus bayar lagi. Penghasilan saya pas-pasan banget," kata salah satu warga RW 02.

Saat Jakarta berganti kepemimpinan ke Fauzi Bowo, masalah Kampung Pulo masih jadi pembahasan. Tapi saat itu, Foke, sapaannya, tampak lebih mengikuti kemauan warga.

Dia hanya mengimbau warga di semua bantaran untuk selalu waspada bila musim penghujan tiba. "Saya gembira imbauan kami untuk mengungsi, direspon oleh warga. Tapi banyak yang enggak mau pindah, seperti kemarin. Tapi kami tetap siapkan posko kesehatan, posko sosial sesuai SOP," ujar Foke saat mengunjungi lokasi pengungsian di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, kala itu.

Selain itu, Foke juga lebih sibuk membenahi infrastruktur penanganan banjir. Bukan menertibkan bangunan liar yang ada di bantaran.

"Tanggul sudah berdiri, tapi fungsi tempat parkir air belum bisa dikontrol kalau pompa belum difungsikan," kata Foke. [efd] SELANJUTNYA SEBELUMNYA

Topik berita Terkait:
  1. Ahok
  2. Penggusuran Kampung Pulo
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini