Ayah David Tutup Rapat Pintu Maaf Mario Dandy Cs: Mintalah Pada Tuhan Pengampunan Itu

Kamis, 23 Maret 2023 06:43 Reporter : Bachtiarudin Alam
Ayah David Tutup Rapat Pintu Maaf Mario Dandy Cs: Mintalah Pada Tuhan Pengampunan Itu Peran AG di rekonstruksi penganiayaan oleh Mario Dandy Satriyo. ©2023 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Ayah David Ozora, Jonathan Latumahina menutup rapat pintu maaf untuk para tersangka penganiayaan Mario Dandy Satriyo Cs. Penegasan itu disampaikan karena ada pihak yang coba meminta maaf agar para pelaku diberikan keringanan hukuman.

"Di hari ke 30 ini, ular-ular bedudak itu mau pake permaafan saya saat itu untuk meringankan mereka kelak. Saya tarik ucapan itu," ujar Jonathan lewat akun instagram pribadinya @tidvrberjalan dikutip Kamis, (23/3).

Jonathan menjelaskan, David sudah memasuki 30 hari perawatan di RS Mayapada, Kuningan, Jakarta Selatan. Kondisi David terkini masih dirawat intensif dengan beragam alat medis yang terpasang.

"Saya tulis di sini, di depan anak saya yang detik ini belum sadar, masih berjuang karena kerusakan berat pada syaraf otaknya, bernapas melalui trakestomi dengan luka lubang di kerongkongannya dan ditanam infus vena besar di bahu kirinya, menggunakan selang NGT untuk makan dan minumnya," kata Jonathan.

2 dari 4 halaman

Atas kondisi anaknya itu, Jonathan mengecam kepada semua pihak termasuk para tersangka Mario Dandy Cs. Dirinya tidak rela memberikan ampunan maupun memaafkan perbuatan mereka yang telah menganiaya anaknya.

"Catat ini ya, saya tidak pernah rela dan tidak ada ampunan apapun, mintalah pada tuhan kalian pengampunan itu," tukas dia.

Sebelumnya, David Ozora (17) hingga kini masih melakukan perawatan yang intensif di rumah sakit Mayapada Kuningan, Jakarta Selatan usai dianiaya oleh Mario Dandy Cs di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, 20 Februari 2023 lalu.

3 dari 4 halaman

Kasus Penganiayaan

Sekedar informasi, Polda Metro Jaya telah mengkonstruksikan pasal baru terhadap kedua tersangka dan satu pelaku. Dengan alat bukti dan keterangan yang didapat usai perkara ditarik dari Polres Metro Jakarta Selatan.

Untuk tersangka Mario, dijerat dengan pasal 355 KUHP ayat 1, subsider pasal 354 ayat 1 KUHP, subsider 535 ayat 2 KUHP, subsider 351 ayat 2 KUHP. Penyidik juga mengenakan Mario pasal 76c Jo 80 Undang-Undang Perlindungan Anak.

"Dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara," tutur Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi.

4 dari 4 halaman

Lanjut, untuk tersangka Shane dijerat pasal 355 ayat 1 Jo pasal 56 KUHP, subsider 354 ayat 1 Jo 56 KUHP, subsider 353 ayat 2 Jo 56 KUHP, subsider 351 ayat 2 Jo 76c Und

Sedangkan untuk pelaku AG, pasal 76 c jo pasal 80 UU perlindungan anak dan atau 355 ayat 1 Jo 56 subsider 353 ayat 1 KUHP subsider 351 ayat 2 KUHP.

Mereka bertiga ditetapkan sebagai tersangka, lantaran diduga terlibat dalam aksi penganiayaan kepada David anak pengurus pusat GP Ansor di Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Adapun untuk AG telah terkonfirmasi berkas perkaranya telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Negeri DKI Jakarta. Sehingga AG pun telah dilakukan tahap II dengan pelimpahan dari penyidik ke pihak kejaksaan untuk persiapan proses persidangan. [lia]

Baca juga:
Jaksa Pastikan Proses Persidangan AG Tak Pengaruhi Kasus Mario Dandy dan Shane
Anak AG Segera Disidang Lantaran Proses Diversi dengan David Tak Ada Kesepakatan
Kejari Jaksel Ungkap Alasan Sidang AG Pacar Mario Dandy Dipercepat
Jadi Tahanan Kejaksaan, Kekasih Mario Dandy Segera Disidangkan di PN Jaksel
AG Pacar Mario Dandy Tiba di Kejari Jaksel, Dibawa Tiga Wanita Berkerudung

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini