Ansor Protes Pemprov DKI Undang Felix Siauw Isi Kajian di Masjid Fatahillah

Rabu, 26 Juni 2019 14:48 Reporter : Merdeka
Ansor Protes Pemprov DKI Undang Felix Siauw Isi Kajian di Masjid Fatahillah Masjid Fatahillah di Balai Kota. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Felix Siauw akhirnya tampil sebagai pembicara dalam kajian bulanan di Masjid Fatahillah, Balai Kota, Jakarta. Padahal sehari sebelumnya, pihak Pemprov sempat membatalkan pria yang disebut-sebut sebagai tokoh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Namun pukul 17.00 WIB di hari yang sama, Pemprov berubah pikiran dan menghubungi kembali Felix untuk mengisi kajian tersebut.

Ketua GP Ansor DKI Jakarta, Abdul Aziz pun menyampaikan protes atas undangan kajian Felix. Puluhan anggota GP Ansor melangsungkan demo di depan Balai Kota, Jakarta.

"Pertama, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan pembohongan publik. Kemarin diberitakan di media bahwa Felix Siauw batal menghadiri acara kajian di Balkot. Yang perlu dipahami oleh sama-sama bukan soal kita menolak pengajiannya, tapi kehadiran tokoh HTI di Balkot itu yang mencederai dari keutuhan Pancasila dan NKRI," ujar Aziz di depan Balai Kota, Jakarta, Rabu (26/6/2019).

"Kayak gak ada ustaz lain aja," lanjutnya.

Aziz menyatakan, pihaknya meminta kepada pihak Masjid Fatahillah dan Pemprov DKI Jakarta untuk menerima perwakilan mereka guna melakukan dialog bersama.

Di sisi lain, Felix mengatakan dirinya hanya memenuhi undangan agenda dari Masjid Fatahillah. Dia sendiri tidak tahu persis mengapa Pemprov DKI menyatakan bahwa undangan atas dirinya dibatalkan. Namun, Felix mengaku dirinya terbuka untuk melakukan diskusi dengan pihak GP Ansor terkait ceramahnya.

"Alhamdullilah, kita sudah bilang bahwa teman-teman Ansor, kita terbuka diajak diskusi, tergantung kalau mereka mau diskusi, kita ajak diskusi. Tapi kalau misalnya mereka ga mau diskusi, itu bisa ditanyakan kepada mereka kenapa mereka ga mau," tukas Felix.

Diskusi HTI

Felix pun lanjut menjelaskan tentang isi ceramahnya yang menjadi persoalan. Menurutnya, tidak ada yang salah dari hal itu, dan dirinya pun terbuka dengan ajakan diskusi dari pihak manapun. Begitu juga dengan permasalahan tentang dilarangnya organisasi HTI.

"Adalah saya mendakwahkan khilafah bertentangan dengan Pancasila. Padahal itu sebenarnya bisa kita bicarakan secara ilmiah. Karena itu bukan perkara komunisme misalnya. Tapi itu bagian daripada Islam memungkin sebagian orang salah paham," tutur Felix.

"Kedua, permasalahan tentang HTI, kemudian dikatakan HTI adalah organisasi yang dilarang, kemudian undang orang yang dilarang (ke acara kajian di Masjid Fatahillah). Kemudian sebenarnya semua tentang ide, ide itu kan terbuka dimanapun," dia mengakhiri. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini