Anies soal proyek 6 ruas tol di DKI tetap jalan: Diambil alih pemerintah pusat

Jumat, 13 Juli 2018 14:37 Reporter : Merdeka
Anies soal proyek 6 ruas tol di DKI tetap jalan: Diambil alih pemerintah pusat Proyek JLNT Kasablanka. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Di masa kampanye Pilgub DKI 2017 lalu, pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sempat menolak pembangunan proyek 6 ruas dalam tol dilanjutkan. Belakangan diketahui proyek ini sedang berjalan.

Anies berdalih proyek akhirnya berlanjut karena telah diambilalih pemerintah pusat. Dia menyebut, pengambilan alih oleh pemerintah pusat tersebut melalui Perpres Perubahan Nomor 58 Tahun 2017 pada 15 Juni 2017.

Perpres tersebut merupakan perubahan atas Perpres Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Dengan adanya perubahan Perpres tersebut ada 55 proyek baru yang masuk dalam proyek strategis nasional, termasuk proyek enam ruas tol dalam kota.

"Tapi wewenangnya kemudian diambil di pemerintah pusat jadi tidak lagi ada di pemerintah daerah," kata Anies di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (13/7).

Karena hal itu, dia mengharapkan masyarakat tidak mengira kelanjutan proyek tersebut dilanjutkan saat kepemimpinannya bersama Sandiaga Uno. Kendati begitu, Anies enggan menjelaskannya secara rinci sebelum proyek tersebut selesai.

"Jadi jangan sampai dikira bahwa kita yang meneruskan. Saya tidak ceritakan belakang layar sampai semua selesai," jelas Anies.

Sejalan dengan pernyataan Anies, Sandiaga juga menyatakan proyek tersebut sudah berjalan dan menjadi prioritas nasional. Meskipun beberapa pihak juga mengaku keberatan, seperti halnya Anggota Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Marco Kusumawijaya.

"Saya jelaskan ke Marco, iya bagaimana, sudah jalan, udah di atas. Jadi kita realitas saja," kata Sandiaga di Balaikota, Jakarta Pusat.

Karena hal itu, Sandiaga mengaku tetap berkomitmen untuk melanjutkan proyek yang masuk sebagai proyek strategis nasional itu. Bahkan dia menyebut tol tersebut direncanakan diberi alternatif untuk jalur Transjakarta.

"Jad kita rampungkan, kita hentikan polemiknya. Dan kita pastikan tidak menambang Kemacetan, justru menampung Transjakarta," jelas Sandiaga.

Sebelumnya, Anies Baswedan pernah mencuitkan di akun resmi Twitternya @aniesbaswedan yang menilai pembangunan proyek tol hanya menambah kemacetan pada 24 November 2016.

"Mempercepat pembangunan tol lingkar luar dan tidak membangun 6 ruas tol dalam kota yang akan menambah macet di Jakarta #transportasiB3ersama. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini