Anies Sebut Tes Pelacakan Covid-19 di Jakarta Melebihi Saran WHO

Rabu, 1 Juli 2020 17:12 Reporter : Yunita Amalia
Anies Sebut Tes Pelacakan Covid-19 di Jakarta Melebihi Saran WHO Gubernur Anies Naik Sepeda Keliling Bundaran HI. ©2020 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Gubernur DKI Anies Baswedan menyebut jumlah tes untuk pelacakan penyebaran Covid-19 di Jakarta melebihi saran dari World Health Organization (WHO). Selama satu minggu terakhir, dia mengklaim, tes yang dilakukan Pemprov DKI sebanyak 14 ribu per 1 juta penduduk.

"WHO mengharuskan sebuah wilayah harus melakukan 1.000 tes per 1 juta penduduk. Jakarta, dengan 11 juta penduduk, maka harus melakukan 11 ribu per minggu. DKI, kita, berhasil melakukan paling enggak minggu terakhir, 14 ribu testing per 1 juta penduduk," katanya dalam konferensi pers di Balai Kota, Rabu (1/7).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menambahkan, pihaknya telah melakukan test berdasarkan Polymerase Chain Reaction (PCR) kepada 14.258 orang. Angka ini disebutnya sebagai aksi aktif Pemprov untuk melacak Covid-19.

Agar mendapatkan hasil yang positif, Anies menyebut, pelacakan masif tetap harus diiringi dengan pembatasan aktivitas. Dilihat dari 3 aspek yakni; epidemiologi, kesehatan publik, dan fasilitas kesehatan masyarakat, skor yang diperoleh DKI masih belum cukup aman untuk meniadakan PSBB transisi.

Berdasarkan hasil laporan dan pemantauan yang dilakukan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, skor tiga aspek DKI adalah:
1. Epidemologi dengan skor 75
2. Kesehatan publik dengan skor 54
3. Dan Fasilitas Kesehatan dengan skor 83

"Kesimpulan dalam rapat gugus tadi disimpulkan bahwa PSBB transisi yang artinya semua kegiatan berlangsung masih dalam kapasitas 50 persen akan diteruskan 14 hari ke depan. Jadi diperpanjang selama 14 hari ke depan dan kita akan evaluasi lagi sesudah kita mendapat perkembangan terbaru," tutup Anies.

1 dari 1 halaman

Perpanjang PSBB Transisi

Anies menyatakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di Jakarta diperpanjang selama 14 hari ke depan. Keputusan itu berdasar hasil rapat Gugus tugas Covid-19 DKI Jakarta.

"Kesimpulan rapat gugus tadi disimpulkan bahwa PSBB transisi yaitu kegiatan masih kapasitas 50 persen akan diteruskan 14 hari ke depan," katanya.

Anies menyebut hasil penilaian tim fakultas kesehatan masyarakat UI Jakarta mendapat skor 71 yang artinya bisa dapat dilakukan pelonggaran PSBB.

"Apabila skor di batas 70 boleh pelonggaran. Dari total skor (Jakarta) ini, status kita bisa melakukan pelonggaran," tambah Anies.

Skor tersebut didapatkan dari tiga unsur yakni epidemologi, kesehatan publik dan fasilitas kesehatan. Anies merinci skor-skor tersebut.

"Terlihat epidemologi (Jakarta) 75, kesehatan publik 54, fasilitas kesehatan 83, total 71," ucapnya. [fik]

Baca juga:
Anggota DPR Soroti Kejanggalan Kewajiban Rapid Test Sebelum Naik Pesawat
Tim Pakar Gugus Tugas: Masyarakat yang Jadikan Rapid Test Sebagai Bisnis
Rapid Test, Bisnis Berbalut Kebutuhan Medis
Terbebani Kebijakan Rapid Test

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini