Anies sebut Tanda Bebas Ganjil Genap Taksi Online sedang Dibahas

Senin, 12 Agustus 2019 15:18 Reporter : Merdeka
Anies sebut Tanda Bebas Ganjil Genap Taksi Online sedang Dibahas Demo taksi online di Terminal Blok M. ©2018 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan pihaknya tengah melakukan pembahasan mengenai pemberlakuan sistem ganjil genap untuk taksi online.

"Bukan hanya Pak Menhub, hari Jumat (9/8/2019) kemarin sudah bertemu dengan pengelola Grab. Saya bertemu Grab bersama dengan Pak Kepala Dinas (Perhubungan) dan sekarang ini, Dinas Perhubungan dan pengelola Grab sedang membicarakan tentang penandaan," kata Anies di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2019).

Sebab saat ini angkutan umun yang mendapatkan pengecualian dari sistem ganjil genap hanya untuk bernomor polisi warna kuning saja. Sedangkan taksi online tidak memiliki tanda untuk membedakan dengan kendaraan pribadi.

Dengan adanya tanda, kata Anies, dapat memudahkan petugas di lapangan mudah untuk mengidentifikasinya.

"Yang pelat hitam, belum ada tandanya, sekarang sedang disiapkan ada tanda sehingga nanti kendaraan yang memang bekerja memberikan jasa transportasi bisa dikecualikan juga," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta agar taksi online dapat beroperasi seperti taksi konvensional ketika pelaksanaan sistem ganjil genap.

Sementara itu, Dinas Perhubungan DKI Jakarta mulai sosialiasikan perluasan sistem ganjil genap mulai 12 Agustus-6 September 2019. Terdapat 16 perluasan ruas dalam sistem ganjil genap kali ini.

Ganjil genap diberlakukan pada Senin sampai Jumat, kecuali hari libur, pada pukul 06.00-10.00 dan pukul 16.00-21.00 WIB.Dia menyatakan uji coba tersebut hanya dilakukan pada koridor tambahan saja.

Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, I Made Agus mengatakan pihaknya akan melakukan penindakan untuk pengguna kendaraan bermotor yang melanggar sistem ganjil genap. Penindakan tersebut akan dilakukan setelah masa uji coba perluasan ganjil genap.

"Mulai 9 September mulai melakukan tataran tindakan penegakan hukum, penindakan secara represif," kata Agus di Balaikota, Jakarta Pusat, Rabu (7/8/2019). [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini