Anies sebut Realisasi Vaksinasi Pencari Suaka Berkat Kerja Sama Kadin dan UNHCR

Kamis, 7 Oktober 2021 14:05 Reporter : Dedi Rahmadi
Anies sebut Realisasi Vaksinasi Pencari Suaka Berkat Kerja Sama Kadin dan UNHCR Vaksinasi Covid19. ©2021 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengemukakan, pelaksanaan vaksinasi bagi para pencari suaka atau pengungsi dari negara lain yang ada di Ibu Kota bisa berlangsung berkat kolaborasi dari berbagai pihak.

"Saya cerita ke Kadin. Kadin lalu merespons. Kadin yang turun tangan dengan menyiapkan vaksin gotong-royong untuk para pengungsi," kata Anies di Jakarta, Kamis (7/10).

Kemudian Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan regulasi dan penyiapan kegiatannya. "Mereka yang divaksin berstatus di bawah UNHCR. Itulah sebuah kolaborasi," katanya.

Karena itu, Anies mengatakan, pelaksanaan vaksinasi yang dimulai hari ini tak lepas dari dukungan Kadin dan UNHCR. Apalagi, kondisi para pengungsi sangat berbeda dengan WNA yang bekerja di Indonesia.

Mantan Rektor Universitas Paramadima ini mengapresiasi Kantor Badan Pengungsi PBB (UNHCR) Indonesia yang memverifikasi para pengungsi di Ibu Kota.

Communication Associate UNHCR Indonesia Dwi Anisa Prafitria mengatakan, saat ini ada 700 pengungsi yang sudah terdaftar untuk mengikuti vaksinasi.

Dia menuturkan, syarat pertama bagi mereka untuk mendapatkan vaksinasi adalah telah terdaftar di UNHCR.

"Pertama, harus terdaftar di UNHCR. Kita ada link registrasi. Kita sudah umumkan acara vaksinasi dua minggu. Mereka harus mendaftar link registrasi yang kita berikan" kata Dwi.

Dwi menambahkan, pelaksanaan vaksinasi ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya serta dilaksanakan secara bertahap.

"Vaksinasi hari ini merupakan kolaborasi Kadin Indonesia, Kadin Jakarta, Pemprov Jakarta dan UNHCR Indonesia itu memang khusus untuk pengungsi," katanya.

Ketua Kadin DKI Diana Dewi menuturkan, sekitar 600 pencari suaka mengikuti vaksinasi dosis pertama di GOR Bulungan dengan vaksin Sinopharm.

Penerima vaksin tersebut berasal dari 13 negara, yakni, Afganistan, Somalia, Sri Lanka, Irak, Iran, Mesir, Yaman, Sudan, Ethiopia, Paskistan, Myanmar, Uganda dan Kongo.

Diana menjelaskan dari total penerima vaksin tersebut, Afganistan menjadi penyumbang pencari suaka terbanyak dengan 313 orang.

Anies Baswedan mengirim surat kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada 12 Juli 2021 berisi usulan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi WNA pengungsi dan pencari suaka di Jakarta.

Dalam surat itu, Anies menjelaskan Pemprov DKI terus berupaya meningkatkan vaksinasi untuk seluruh penduduk berusia 12 tahun ke atas.

WNA tersebut adalah mereka yang berstatus pengungsi dan pencari suaka. [ded]

Baca juga:
Anies Sebut Kegiatan Vaksinasi Buat Pencari Suaka Merupakan Tugas Kemanusiaan
Garut akan Gencarkan Vaksinasi Massal di Setiap Kecamatan agar Kembali ke Level 2
Wagub DKI Minta Bodetabek Tingkatkan Vaksinasi Agar Level PPKM Jakarta Turun
Jabodetabek PPKM Level 3, Wagub DKI Minta Kota Penyangga Jakarta Kejar Vaksinasi
Ke Jateng, Wapres Tinjau Vaksinasi dan Pimpin Rakor Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem
Dokter Reisa Ungkap 2 Cara Lindungi Anak di Bawah 12 Tahun dari Covid-19
Kemenkes: Pemerintah Atur Strategi Distribusi Vaksin ke Daerah

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini