Anies: Pandemi Covid-19 Membuat Jumlah Penduduk Miskin Ibu Kota Naik

Senin, 19 April 2021 20:58 Reporter : Rifa Yusya Adilah
Anies: Pandemi Covid-19 Membuat Jumlah Penduduk Miskin Ibu Kota Naik Anies Baswedan. ©2020 Merdeka.com/Antara

Merdeka.com - Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2020 dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, hari ini Senin (19/4).

Dalam kesempatan itu, Anies mamaparkan kondisi perekonomian warga DKI Jakarta. Dia, menyebutkan jumlah penduduk miskin di Jakarta bertambah. Pada September 2019 sebesar 3,42 persen atau sejumlah 362.300 jiwa. Pada September 2020 menjadi 4,69 persen atau 496.840 jiwa.

Meskipun bertambah, Anies mengklaim jumlah penduduk miskin di Jakarta jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan persentase jumlah penduduk miskin nasional sebesar 27,55 juta orang atau 10,19 persen.

"Pandemi Covid-19 menjadi faktor penyebab kenaikan jumlah penduduk miskin di Ibu Kota, tapi jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta tersebut merupakan yang terendah jika dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia," kata Anies saat memaparkan LKPJ di depan para anggota dewan dan pimpunan sidang, Senin (19/4)

Anies mengatakan, pembatasan kegiatan masyarakat seperti PSBB atau PPKM sebagai upaya mengatasi penyebaran virus Corona sangat berpengaruh terhadap permintaan atau daya beli masyarakat. Tidak seperti Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PKP) yang tumbuh sebesar 1,60 persen.

Dia menyebutkan, pengeluaran per kapita ikut menurun. Pengeluaran Per Kapita warga DKI Jakarta Rp 18,23 juta per tahun 2020, turun sebesar 1,62 persen dibandingkan tahun 2019 yang sebesar mencapai 18,53 juta.

"Aktivitas ekonomi yang turun dapat dilihat dari angka inflasi yang cukup rendah, di mana inflasi di DKI Jakarta selama Januari – Desember tahun 2020 sebesar 1,59 persen. Lebih rendah dibandingkan laju inflasi periode yang sama pada tahun 2019 yaitu 3,23 persen,” ujarnya.

"Namun di akhir tahun 2020, perekonomian Jakarta membaik seiring membaiknya perekonomian global. Pertumbuhan ekonomi Jakarta tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar minus 2,36 persen" ungkap Anies.

Padahal menurutnya, konsumsi rumah tangga merupakan motor utama dari pertumbuhan ekonomi. Bukan hanya itu, menurutnya Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), ekspor, dan impor juga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Jakarta. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini