Anies minta Puskesmas kirim obat-obatan untuk korban banjir di Jati Padang

Rabu, 13 Desember 2017 11:02 Reporter : Hari Ariyanti
Anies minta Puskesmas kirim obat-obatan untuk korban banjir di Jati Padang Banjir Jati Padang. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta pada Senin (11/12) lalu membuat beberapa daerah terendam banjir. Salah satu yang cukup parah di wilayah Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Di wilayah ini ada 23 kepala keluarga yang rumahnya terdampak banjir.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menemui korban banjir ini pada Rabu (13/12). Dia meminta Puskesmas setempat memperhatikan korban banjir ini dengan mengirim berbagai obat-obatan untuk mencegah berbagai penyakit.

"Saya temui mereka dan saya lihat rumahnya kemudian instruksinya adalah kepada petugas kesehatan untuk memastikan disuplai obat-obatan untuk pencegah penyakit," jelasnya.

Selain itu, dia juga meminta agar para korban banjir ini dikirimkan disinfektan untuk membersihkan rumah mereka pascaterendam banjir.

"Jangan sampai sekadar nampak bersih tapi masih ada penyakit-penyakit yang tersisa di situ. Jadi, karbol kemudian dan lain-lain akan disiapkan oleh puskesmas setempat," tambahnya.

Selain menyambangi korban banjir, Anies juga melakukan infeksi atas perbaikan tanggul yang jebol pada Senin malam lalu. Tanggul telah mulai diperbaiki dan menurutnya tak ada lagi limpahan air kendati hujan kembali mengguyur Jakarta pada Selasa siang.

"Petugas kita sudah mulai bekerja di lokasi dan Alhamdulillah kemarin sudah berhenti limpahan air dari sungai. Sehingga jebolnya tanggul itu sudah tertangani," jelasnya.

Tanggul yang sebelumnya hanya terbuat dari sak pasir yang ditumpuk itu telah diganti dengan pemasangan batu-batu. Pemasangan batu ini, kata Anies, hanya solusi jangka pendek sebelum membuat tanggul yang lebih permanen.

"Jebolnya itu sebenarnya bukan tanggul beton atau tanggul batu, itu adalah sak pasir yang ditumpuk di sepanjang pinggir sungai," ujarnya.

"Sehingga ketika volume air sungai besar, tekanan air tinggi, kemudian sak-sak pasir itu bertebaran dan airnya melimpah, menggenangi rumah-rumah di sekitarnya," lanjutnya. [lia]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini