Anies Minta Bappeda DKI Pastikan RPJMD Selesai pada 2022

Rabu, 14 April 2021 16:00 Reporter : Rifa Yusya Adilah
Anies Minta Bappeda DKI Pastikan RPJMD Selesai pada 2022 anies baswedan. ©2020 Merdeka.com/antara

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginstruksikan jajaran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI untuk memastikan seluruh program yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) bisa diselesaikan sebelum masa kepemimpinannya berakhir.

"Musrenbang ini dibahas untuk tahun 2022 yang juga jadi tahun terakhir RPJMD. Saya minta Bappeda untuk memastikan semuanya sudah bisa tertunaikan dengan tuntas di 2022," kata Anies saat membuka Musrenbang Kota Administrasi DKI Jakarta secara virtual, Rabu (14/4).

Anies juga meminta Bappeda untuk melakukan penyisiran atas semua program di RPJMD yang ada dalam Kegiatan Strategis Daerah (KSD). Dalam pembahasan Musrenbang ini, dia berharap agar segera disusun langkah strategis dalam menuntaskan program RPJMD 2017-2022 yang belum terlaksana.

"Jadi dalam Musrenbang penyisiran dilakukan dan minta masukan ke stakeholder yang relevan. Baik pelaku langsung maupun regulator dari berbagai instansi untuk mendukung tertunaikannya KSD dengan baik," ujarnya.

"Dengan begitu, Insya Allah bisa benar-benar terlaksana cita-cita kita, Jakarta yang maju kotanya, bahagia warganya," harapnya

Dia kemudian menyebutkan program utama yang harus segera ditunaikan di saat pandemi Covid-19 ini. Program tersebut yakni program sosial masyarakat karena kata dia, sektor tersebut paling berdampak pandemi. Untuk itu, dia mendorong program-program yang bisa membangkitkan usaha masyarakat.

"Di 2022 perlu ada keseriusan untuk program terkait kesra secara langsung khususnya di aspek kesehatan, pendidikan, dan aspek kegiatan usaha ukuran mikro dan kecil," tambahnya.

Anies mengatakan, jumlah masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah semakin meningkat karena pandemi Covid-19 ini, namun Anies tidak menyebutkan angka/ jumlah tersebut secara signifikan. Yang pasti kata Anies, 60 persen perekonomian warga Jakarta ditopang oleh sektor konsumsi.

Dikutip dari website jakarta.bps.go.id, tingkat pengangguran terbuka Provinsi DKI Jakarta pada Agustus 2020 ebesar 10,95 persen atau setara 572.780 orang. Bila dibandingkan dengan bulan Agustus 2019, jumlah pengangguran di DKI Jakarta naik 4,41 persen atau bertambah 233.378 orang.

"Dulu masyarakat (tingkat) ekonomi lemah atau rentan jumlahnya lebih sedikit, ketika pandemi meningkat agak besar. Jadi kalau kita perbaiki 60 persen kelompok itu, maka akan dampak signifikanuntuk perekonomian Jakarta," kata Mantan Menteri Pendidikan itu.

Dengan meningkatnya jumlah angka pengangguran itu, Anies merasa bahwa perlu adanya terobosan baru yang bisa mendorong percepatan pemulihan ekonomi akibat Pandemi Covid-19 ini. Termasuk dalam percepatan pembangunan Ibu Kota.

"Kita dalam proses recovery, karena itu perlu banyak sekali terobosan, pembaruan, dan cara-cara bekerja yang berbeda dengan masa-masa sebelum pandemi Covid-19," kata Anies

Harus diakui, kata Anies, Pemprov DKI Jakarta tidak bisa menyelesaikan target pembangunan Ibu Kota sendiri. Menurutnya, Pemprov DKI perlu berkolaborasi dengan berbagai elemen, baik itu dari pihak pemerintahan dan nom pemerinrth untuk mempercepat pembangunan itu.

"Pembangunan Jakarta harus direncanakan secara gotong royong dan kolaboratif. Mulai dari private sector, public sector, dan unsur masyarakat kita hatus bekerja bersama," ujarnya.

Sebagai informasi, dalam Musrenbang kali kni turut hadir Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, dan sejumlah pejabat dari Kemendagri dan Kementerian Keuangan. [ray]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Anies Baswedan
  3. Pemprov DKI
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini