Anies Mau Bangun Skybridge antara Halte CSW Transjakarta-Stasiun MRT ASEAN

Senin, 1 April 2019 10:53 Reporter : Merdeka
Anies Mau Bangun Skybridge antara Halte CSW Transjakarta-Stasiun MRT ASEAN Anies Baswedan Tinjau Halte Busway Terintegritas MRT. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Pemprov DKI Jakarta berencana membangun skybridge atau jembatan penyeberangan multiguna (JPM) di antara Halte CSW Transjakarta dan Stasiun ASEAN. Dia beralasan pembangunan itu guna memudahkan penumpang kedua moda transportasi itu dapat saling berintegrasi.

"Nanti kita bangun skybridge antara stasiun ASEAN dengan halte bus yang ada di atas. Dengan begitu pengguna TransJakarta bisa berpindah ke MRT dengan leluasa," kata Anies di Stasiun Bundaran HI, Jakarta Pusat, Senin (1/4).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengatakan adanya persimpangan antara Halte CSW koridor 13 dengan Stasiun MRT. Dia menilai tanpa adanya integrasi akan mempersulit warga Ciledug, Tangerang, ataupun pengguna Transjakarta koridor 13 untuk berpindah ke MRT.

"Tidak ada sedikit pun sambungan antar keduanya, jadi bagi warga dari Ciledug yang mau turun pindah ke MRT enggak bisa," jelasnya.

Anies Baswedan sempat menggunakan MRT menuju kantor kerjanya di Balai Kota, Jakarta Pusat. Saat perjalanannya menuju Stasiun Bundaran HI dari Stasiun Fatmawati, Anies sempat ke Stasiun ASEAN terlebih dahulu.

MRT Jakarta mulai beroperasi secara komersil mulai hari ini. Rencananya selama sebulan pertama berbayar ini penumpang akan mendapatkan potongan sebesar 50 persen dari tarif yang telah ditentukan selama April 2019.

"Gubernur Provinsi DKI Jakarta telah menyetujui usulan PT MRT Jakarta untuk memberikan diskon sebesar 50 persen selama bulan April 2019," kata Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin dalam keterangan tertulisnya, Minggu (31/3).

Untuk besaran tarif MRT Jakarta, Kamaluddin menyebut berdasarkan yang telah disepakati oleh Pemprov DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta.

Besaraan itu juga telah dituangkan dalam Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No 34 Tahun 2019 tentang Tarif Angkutan Perkeretaapian Mass Rapid Transit dan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit.

Reporter: Ika Defianti [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini