Anies Jelaskan Proses Kerja Jakarta Recycle Center, Mampu Kurangi Sampah 70%

Rabu, 5 Oktober 2022 17:26 Reporter : Lydia Fransisca
Anies Jelaskan Proses Kerja Jakarta Recycle Center, Mampu Kurangi Sampah 70% Anies di Pesanggrahan. lydia

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Jakarta Recycle Center (JRC), Jalan Bintaro Puspita Raya, Jakarta Selatan, Rabu (5/10).

Anies mengatakan sebagai pusat edukasi sadar sampah, upaya ini berhasil mereduksi sampah sebanyak 60 hingga 70 persen ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPSP) Bantar Gebang.

"Alhamdulillah sudah berhasil menyisih sampah sebanyak 60 hingga 70 persen. Keberhasilan ini diperluas hingga ke seluruh Jakarta, dengan Pergub Nomor 77 tahun 2020 Tentang Pengolahan Sampah Lingkup Rukun Warga," kata Anies.

2 dari 2 halaman

Partisipasi Masyarakat

Anies menambahkan masyarakat berpartisipasi dalam memulai pemilahan sampah ini. Kemudian, ada perubahan mekanisme pengangkutan sampah yang sudah terpilah dan terjadwal. Lalu, ada proses daur ulang sampah. Sejauh ini, kata Anies sebanyak 13 persen rumah tangga telah konsisten melakukan pemilahan sampah.

"Hal ini juga disertai pelatihan internal jajaran. Pada tahun 2021 yang dimulai dari uji coba di enam model, sekarang ini telah diterapkan di 1.369 RW di Jakarta, kira-kira 50 persen," jelas Anies.

"Dan proses ini merupakan pembelajaran. Alhamdulillah, sejauh ini sudah 13 persen dari rumah tangga yang konsisten melakukan pemilahan sampah," lanjut dia.

Anies berpesan agar upaya pemilahan sampah ini dapat diteruskan. Pasalnya, Anies menilai prosesnya dapat mengubah kebiasaan lantaran mengikutsertakan masyarakat.

"Ini harus kita teruskan, karena ini prosesnya mengubah kebiasaan, dari kebiasaan tidak memilah menjadi kebiasaan memilah, dari kebiasaan untuk tidak mengambil dengan jadwal tertentu dengan sekarang terjadwal berdasarkan jenis sampahnya," kata dia.

Sebagai informasi, program JRC dilaksanakan berdasarkan Minutes of Meeting (MoM) antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Japan International Cooperation Agency (JICA) yang diturunkan dalam Project Design Matrix (PDM) antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Pemerintah Kota Osaki di Kagoshima Prefecture, Jepang, dan SRC.

Pusat Edukasi Jakarta Sadar Sampah ini mengintegrasikan pemilahan sampah di sumber, pengelolaan sampah B3 Rumah Tangga, TPS 3R, Pusat Daur Ulang, Biokonversi Maggot BSF, dan Komposting

Reporter: Winda Nelfira [gil]

Baca juga:
Kurangi Sampah Laut, KKP Inisiasi Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut
Cara Ibu-ibu di Kota Bandung Kurangi Sampah Rumah Tangga, Ubah Baju Bekas Jadi Kebaya
Tempat Pembuangan Sampah Terbesar di Bali Ditutup Sebelum Puncak KTT G20
Jaring Sampah di Sungai Selalu Hilang, Ini Langkah Pemkab Bekasi
Pemprov DKI Uji Coba Produksi Bahan Bakar Ramah Lingkungan dari Sampah
Warga Pulogadung Lapor via JAKI: Permukiman Penuh Lapak Barang Bekas dan Sampah

Baca juga:
Kurangi Sampah Laut, KKP Inisiasi Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut
Cara Ibu-ibu di Kota Bandung Kurangi Sampah Rumah Tangga, Ubah Baju Bekas Jadi Kebaya
Tempat Pembuangan Sampah Terbesar di Bali Ditutup Sebelum Puncak KTT G20
Jaring Sampah di Sungai Selalu Hilang, Ini Langkah Pemkab Bekasi
Pemprov DKI Uji Coba Produksi Bahan Bakar Ramah Lingkungan dari Sampah
Warga Pulogadung Lapor via JAKI: Permukiman Penuh Lapak Barang Bekas dan Sampah

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini