Anies Ingatkan Warganya Tahan Diri untuk Tidak Berkerumun Saat Ramadan

Selasa, 6 April 2021 07:15 Reporter : Yunita Amalia
Anies Ingatkan Warganya Tahan Diri untuk Tidak Berkerumun Saat Ramadan Anies Baswedan. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang masa pembatasan aktivitas masyarakat selama dua pekan. Di masa kebijakan pembatasan, Gubernur DKI Anies Baswedan juga mengingatkan warganya menahan diri tidak berkerumun di bulan Ramadan nanti.

"Warga kembali diimbau untuk tidak hanya patuh terhadap 3M, melainkan juga harus mengurangi mobilitas, serta mencegah keramaian yang dirasa tidak perlu," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (5/4).

Meski tidak melarang kegiatan ibadah tarawih, namun Anies mengingatkan agar tidak mengendurkan protokol kesehatan.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan, bulan Ramadan sebaiknya dijadikan momentum untuk menjaga dan perkuat imunitas dengan tidak berkerumun.

"Saat bulan Ramadan, bisa dijadikan momentum bagi kita untuk terus meningkatkan imunitas sembari menjalankan ibadah puasa agar terhindar dari risiko keterpaparan," pungkasnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang masa pembatasan aktivitas masyarakat selama dua pekan terhitung 5-19 April. Perpanjangan kebijakan ini untuk mengoptimalkan tren penurunan kasus aktif Covid-19 di Jakarta.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan, jumlah kasus aktif selama dua pekan terakhir mengalami penurunan sebanyak 1.247 kasus, semula 7.322 kasus aktif pada tanggal 21 Maret, menjadi 6.075 kasus aktif pada tanggal 5 April.

"Kita tidak boleh lengah dengan angka penurunan ini. Kemarin ini juga adalah momen libur akhir pekan selama tiga hari, sehingga kita harus siap untuk situasi apapun agar kurva kasusnya bisa terkontrol dengan baik," ujar Widyastuti, Senin (5/4).

Perpanjangan pembatasan aktivitas tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 405 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro dan Instruksi Gubernur Nomor 18 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro tingkat RT.

Widyastuti menjelaskan bahwa penurunan kasus aktif berdampak signifikan pada jumlah keterpakaian tempat tidur isolasi dan ICU.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, jumlah kapasitas tempat tidur isolasi per 21 Maret sebesar 7.863 tempat tidur dan terpakai 4.258 tempat tidur atau 54 persen dari jumlah yang ada. Sedangkan, jumlah kapasitas ICU per tanggal 21 Maret sebesar 1.142 dan terpakai 674 ICU atau sebesar 59% yang terpakai.

Data 5 April, jumlah kapasitas tempat tidur isolasi yang disediakan sekitar 7.513 unit dan terisi 3.311 atau 44 persen, serta untuk ICU sebesar 1.136 unit dan terisi 548 atau 48 persen.

"Dengan demikian, ada penurunan pemakaian kedua fasilitas tersebut, yakni 10 persen di tempat tidur isolasi dan 11 persen di ICU, sehingga kedua fasilitas yang sebelumnya disiapkan dapat dialihkan untuk perawatan pasien non-Covid," jelasnya.

Sementara, proses vaksinasi juga masih terus berlangsung. Adapun jumlah sasaran vaksinasi tahap 1 dan 2 (tenaga kesehatan, lansia, dan pelayan publik) sebanyak 3.000.689 orang. Total vaksinasi dosis 1 saat ini sebanyak 1.352.341 orang atau 45,1 persen dan total vaksinasi dosis 2 kini mencapai 498.072 orang.

Rinciannya, yaitu untuk tenaga kesehatan, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 121.850 orang 108,5 persen dan vaksinasi dosis 2 mencakup 105.514 orang 94,0 persen dengan target vaksinasi sebanyak 112.301 orang.

Sedangkan, pada kelompok lansia, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 488.136 orang 53,5 persen dan vaksinasi dosis 2 mencakup 83.786 orang 9,2 persen dengan target vaksinasi sebanyak 911.631 orang.

Pada kelompok pelayan publik, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 742.355 orang 37,6 persen dan vaksinasi dosis 2 mencakup 308.776 orang 15,6 persen dengan target vaksinasi sebanyak 1.976.757 orang. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini