Anies: Guru Tak Bisa Digantikan Teknologi

Kamis, 25 November 2021 13:22 Reporter : Merdeka
Anies: Guru Tak Bisa Digantikan Teknologi Anies Baswedan. ©2021 Antara

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa teknologi tak bisa menggantikan peran guru mengajar dengan hati dan dapat menginspirasi para murid.

Hal itu disampaikan Anies dalam acara puncak peringatan Hari Guru Nasional 2021 di Auditorium Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Selatan, Kamis (25/11).

"Tadi disampaikan guru tak bisa digantikan teknologi. Sebenarnya bisa, apabila guru tersebut mekanistik dan itu-itu saja. Namun, jika gurunya mengajar dengan hati dan menginspirasi, maka tak ada teknologi yang menggantikan, dan insyaAllah itu adalah guru di Jakarta," kata Anies.

Selain menjadi guru yang menginspirasi bagi murid, Anies juga menuntut guru untuk menciptakan ekosistem sekolah menantang namun menyenangkan. Sehingga dapat membuat murid senang dalam kegiatan belajar mengajar.

"Apabila murid ingin balik menerima pembelajaran di sekolah, maka sekolah itu menyenangkan, tapi apabila murid berat hati saat bersekolah, maka sekolah jadi masalah, dan ini jangan terjadi di Jakarta," ujar dia.

Pada kesempatan itu, Anies juga mengajak semua pihak untuk kembali mengenang jasa dan peran guru. Sekaligus mengajak para guru agar menjadi pendidik yang mampu menginspirasi murid. Sehingga, dia berharap, guru tersebut akan dikenang selamanya dalam perjalanan hidup murid.

"Ini sebuah refleksi, apakah kita diingat oleh murid kita, guru diingat karena apa? Menginspirasi atau menyebalkan. Pertanyaannya, kita mau diingat sebagai yang mana? InsyaAllah, guru-guru di Jakarta akan diingat sebagai yang menginspirasi,” terang Anies.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana menjelaskan bahwa tema peringatan Hari Guru Nasional tahun ini adalah ‘Bergerak dengan Hati Pulihkan Pendidikan’. Namun, pihaknya melakukan penyelarasan, sehingga tema peringatan Hari Guru di DKI Jakarta adalah ‘Mendidik dengan Hati, Membangun Negeri, Tak Tergantikan Teknologi’.

"Ini merupakan bagian dari semangat kami bahwa peran guru bersatu tanpa melihat latar belakang untuk memberikan layanan pendidikan secara total dan menyeluruh. Kita juga membersamai anak-anak kami di dua tahun yang penuh tantangan (pandemi) untuk mewujudkan pendidikan berkualitas dan tuntas di Jakarta,” tutur Nahdiana.

Reporter: Yopi Makdori [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini