Anies Bicara Soal Reklamasi Ancol: Untuk Melindungi Warga Jakarta dari Bencana Banjir

Sabtu, 11 Juli 2020 15:31 Reporter : Merdeka
Anies Bicara Soal Reklamasi Ancol: Untuk Melindungi Warga Jakarta dari Bencana Banjir Proyek Reklamasi Ancol. ©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Keputusan Pemprov DKI Jakarta melakukan reklamasi Ancol menuai pro dan kontra. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, akhirnya buka suara soal proyek itu dan menegaskan reklamasi Ancol berbeda dengan 17 pulau di teluk Jakarta yang dihentikan beberapa waktu lalu.

"Saya akan menjelaskan apa yang sedang terjadi di kawasan Ancol. Yang terjadi ini berbeda dengan reklamasi yang Alhamdulillah sudah kita hentikan dan menjadi janji kita pada masa kampanye itu," kata Anies dalam jumpa pers daring, Sabtu (11/7).

Anies menegaskan, reklamasi Ancol adalah untuk melindungi DKI Jakarta dari banjir, dan jelas berbeda dengan reklamasi 17 Pulau di Utara Jakarta yang bertujuan bisnis.

"Jadi ini adalah sebuah kegiatan untuk melindungi warga Jakarta dari bencana banjir. Ini berbeda dengan proyek reklamasi yang sudah dihentikan itu. Itu bukan proyek untuk melindungi warga Jakarta dari bencana apapun. Di sana ada pihak swasta berencana membuat kawasan komersial, membutuhkan lahan, lalu membuat daratan, membuat reklamasi," jelas dia.

Anies menyebut, perluasan Ancol adalah hasil dari pengerukan lumpur di 13 sungai Jakarta untuk mencegah banjir.

"Jakarta ini terancam banjir, salah satu sebabnya karena ada waduk dan sungai yang mengalami pendangkalan atau sedimentasi. Ada 13 sungai, kalau ditotal panjangnya lebih dari 400 km. Ada lebih dari 30 waduk dan secara alami mengalami sedimentasi," katanya.

"Karena itulah kemudian, waduk dan sungai itu dikeruk, dikeruk terus-menerus. Dan lumpur hasil kerukan itu dikemanakan? Lumpur itu kemudian ditaruh di kawasan Ancol," tambah.

Proses pengerukan lumpur sungai, kata Anies, sudah berlangsung lama dan akhirnya lumpur itu digunakan untuk perluasan Ancol.

"Dan proses ini sudah berlangsung cukup panjang. Bahkan menghasilkan lumpur yang amat banyak 3,4 juta meter kubik. Nah, lumpur ini kemudian dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan Ancol," ujarnya.

Reporter: Delvira Hutabarat

Sumber: Liputan6.com [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini