Anies Baswedan kaji ulang rencana kenaikan tarif Rusunawa

Kamis, 16 Agustus 2018 12:28 Reporter : Merdeka
Anies Baswedan kaji ulang rencana kenaikan tarif Rusunawa Rusunawa Muara Baru. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Dinas Perumahan DKI Jakarta menaikkan tarif sewa rumah susun sewa (rusunawa) sekitar 20 persen. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, keputusan itu akan dikaji ulang.

"Sedang kita cek ulang, insya Allah Senin sudah ada kabarnya," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Kamis (16/8).

Anies mengatakan, akan memeriksa kondisi Dinas Perumahan yang menyebabkan adanya keputusan kenaikan tarif sewa rusun. "Itu yang akan kita periksa lebih jauh, kondisi di dinas perumahan seperti apa sehingga haruskah ada penyesuaian. Nanti kita lihat," katanya.

"Ada persoalan yang lebih kompleks dari sekadar biaya untuk mereka bayarkan. Jadi kita harus lihat persoalannya lebih luas. Jadi kita ingin agar warga Jakarta mendapat fasilitas perumahan dengan baik. Tapi juga warga Jakarta yang tinggal di perumahan menunaikan kewajibannya dengan baik," tambahnya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Meli Budiastuti mengatakan kenaikan dilakukan karena sudah enam tahun tidak naik dan adanya unit baru sebanyak 9.400 unit.

"Kami telah membangun rusun tower baru yang siap dihuni tahun 2018. Nah itu kan belum ada tarifnya di Perda Nomor 3 Tahun 2012. Oleh karena itu, kami melakukan penyesuaian tarif (rusun) tersebut yang seharusnya dilakukan tiga tahun sekali," kata Meli.

Penyesuaian tarif rusun, kata Meli, diatur dalam Pergub Nomor 55 Tahun 2018 tentang Penyesuaian Tarif Retribusi Pelayanan Perumahan. Meli menyebut kenaikan tarif itu baru pertama kali dilakukan sejak Perda Nomor 3 Tahun 2012 diterbitkan. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini