Angkot Tanah Abang tolak Ok Otrip, Sandiaga sebut karena masalah tarif

Senin, 26 Februari 2018 14:53 Reporter : Syifa Hanifah
Angkot Tanah Abang tolak Ok Otrip, Sandiaga sebut karena masalah tarif Demo sopir angkot di Tanah Abang. ©2018 Merdeka.com/Genan

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI memberikan solusi kepada supir angkot yang terdampak penutupan Jalan Jatibaru, Tanah Abang dengan masuk ke program Ok Otrip. Namun dalam kenyataannya masih banyak supir angkot yang menolak untuk ikut program tersebut.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menilai. penolakan tersebut merupakan hal wajar. Karena, dia mengungkapkan, program Ok Otrip kurang sosialisasi di mana belum ada kata sepakat terkait dengan tarif perkilometernya.

"Kemarin sebagian besar sih saya dikasih tahu sudah masuk (Ok Otrip), tapi ada beberapa yang belum tersosialisasi dengan baik. Itu berkaitan dengan jumlah (rupiah per) kilometernya," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (26/2).

Saat ini, dia bersama supir angkot dan operator sedang mencari formula yang tepat untuk menghitung berapa rupiah tarif untuk OK Otrip Tanah Abang ini.

"Jadi bagaimana kita bisa menemukan formula kilometer yang tepat untuk Ok Otrip dan bisa masuk dalam negosiasi akhir dengan para pengemudi, dan juga para operator," ungkapnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah. Dia mengatakan, saat ini sedang dalam tahap mereview tarifnya. Karena untuk Tanah Abang tarifnya akan berbeda dengan beberapa trayek Ok Otrip yang berjalan.

"Karena memang permasalahannya beda. Kita lakukan survei range-nya itu berada dikurang lebih sekitar 175 kilometer. Kalau yang di luar kan 195 karena dia lebih lancar, jalanan lebih lengang. Sehingga masalah kemacetannya sedikit dibanding Tanah Abang. Tanah Abang kan lebih crowded, kita lakukan penyesuaian," jelasnya. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini