Anggota DPRD Fraksi PDIP Ragu Perkantoran Jadi Klaster Penularan Covid-19

Jumat, 31 Juli 2020 17:00 Reporter : Yunita Amalia
Anggota DPRD Fraksi PDIP Ragu Perkantoran Jadi Klaster Penularan Covid-19 Klaster Covid-19 di Perkantoran. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Anggota DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak ragu jika perkantoran menjadi klaster penularan Covid-19. Meski berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI terdapat 90 klaster Covid-19 di perkantoran dengan 459 kasus.

Mantan Wakil Ketua Regional South East Asia Regional Office International Agency for Prevention of Blindness WHO itu menjelaskan definisi klaster adalah tempat di mana seseorang saling menulari virus. Dan umumnya, penularan virus berasal dari komunitas, komunitas pasar tradisional atau pemukiman padat.

"Penularan di mana pun berasal dari komunitas, baik komunitas masyarakat di pasar tradisionil maupun di pemukiman padat dan strata sosial bawah, di sini yang tidak tertib bermasker. Jadi laporan yang mengatakan kantor banyak yang jadi klaster agak meragukan," ujar Gilbert, Jumat (31/7).

Prinsipnya, imbuh Gilbert, agar penularan virus Corona bisa diputus dengan cara disiplin memakai masker dan protokol kesehatan lainnya. Lebih lanjut, dia menuturkan perlu ada kalkulasi lebih lanjut untuk menentukan kebijakan pengurangan jumlah karyawan yang bekerja di kantor.

"Usulan karyawan 30 persen mungkin itu tergantung usahanya, bisa jalan tidak dengan jumlah segitu," imbuhnya.

1 dari 2 halaman

Dia mencontohkan, saat ini pengawasan protokol kesehatan di pusat perbelanjaan oleh Pemprov DKI mulai longgar cenderung tidak ada lagi pengawasan. Namun realita itu tidak secara otomatis memiliki potensi risiko klaster baru penularan Covid-19.

Politikus PDIP itu beralasan, kriteria masyarakat yang mendatangi pusat perbelanjaan atau mal sudah cukup paham tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan.

Kendati demikian, dia kembali mengingatkan agar Pemprov DKI tidak melonggarkan pengawasan di tiap-tiap pusat perbelanjaan di Jakarta. "Untuk jadi klaster (klaster pusat perbelanjaan) sepertinya belum tentu. Mal itu umumnya untuk kelas menengah ke atas, dan mereka ini sudah punya kesadaran. Tapi ketegasan seperti awal transisi, itu yang hilang dari aparat," jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan dari data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, hingga 29 Juli 2020 ada 90 klaster terdiri dari 20 klaster kementerian (139 kasus); 10 klaster badan/lembaga (25 kasus); 34 kantor di lingkungan Pemda DKI; satu klaster kementerian (empat kasus); delapan klaster BUMN (35 kasus) dan 14 klaster perusahaan swasta (92 kasus).

2 dari 2 halaman

Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah mengungkapkan, klaster Covid-19 di perkantoran wilayah DKI Jakarta mencapai 90 lokasi. Terjadi peningkatan cukup tajam dari sebelum penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.

"Kalau di DKI Jakarta sendiri sampai tanggal 28 Juli 2020 ini ditemukan 90 klaster," ucapnya dalam Talk Show Covid-19 Dalam Angka yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Rabu (29/7).

90 Klaster ini memicu munculnya 459 kasus positif Covid-19. Terjadi penambahan sebanyak sembilan kali lipat dari data sebelum PSBB transisi yang hanya 43 kasus.

"Ternyata setelah PSBB transisi meningkat menjadi 459. Kurang lebih bertambah 416, 9 kali lebih tinggi," ucap dia.

Rincian klaster ini adalah kementerian 20 klaster dengan 139 kasus, badan atau lembaga 10 klaster dengan 25 kasus dan kantor di lingkungan Pemda DKI 34 klaster dengan 141 kasus. Kemudian kepolisian 1 klaster dengan 4 kasus, BUMN 8 klaster dengan 35 kasus dan swasta 14 klaster dengan 92 kasus. [ray]

Baca juga:
Pasien Sembuh Covid-19 Bertambah 1.615, Ini Sebarannya
Penjualan Hewan Kurban Merosot, Pedagang Sebut Konsumen Tunda Membeli saat Covid-19
Berkurang 261 Orang, Total 1.443 Pasien Dirawat di RSD Wisma Atlet Hari Ini
IRT, Polisi hingga Pelaut jadi Kasus Baru Covid-19 di Batam, Total 25 Positif
Kaitkan Perintah Pakai Masker dengan Nazi Jerman, Pejabat Partai Republik AS Mundur

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini