Anggota DPRD DKI Kent: Jangan Beli Mobil jika Tak Punya Garasi, Menyulitkan Orang

Kamis, 18 Agustus 2022 20:12 Reporter : Merdeka
Anggota DPRD DKI Kent: Jangan Beli Mobil jika Tak Punya Garasi, Menyulitkan Orang Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth. ©2022 Merdeka.com/Istimewa

Merdeka.com - Enam orang tewas dalam kebakaran di indekos Jalan Duri Selatan 1, RT 06/02, No. 10, Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat pada Rabu (17/8). Dugaan sementara, api bersumber dari hubungan arus pendek listrik.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth menyatakan turut berduka cita atas korban meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran di indekos tersebut.

"Saya turut berduka cita atas peristiwa kebakaran di Tambora yang menyebabkan enam orang meninggal dunia," kata Kenneth, Kamis (18/8).

Selain itu, pria yang akrab disapa Kent itu mengimbau kepada warga Tambora agar memperhatikan instalasi listrik di rumahnya masing-masing, supaya kejadian serupa tidak terjadi kembali. Kent pun berharap agar pihak PLN maupun vendor penyedia utiltas bisa melakukan maintenance kabel listrik selama enam bulan sekali.

"Pihak PLN ataupun vendor di penyedia utilitas agar bisa memaintenance kabel listrik per enam bulan sekali, karena menurut pengamatan saya bahwa banyak kabel listrik yang minim perhatian dan banyak yang kendor dan menjuntai ke bawah, hal tersebut rawan terjadinya konsleting listrik dan bisa mengakibatkan kebakaran. Program untuk memaintenance per enam bulan sekali untuk menjaga electrical sistem selalu terantisipasi keamanan dan keselamatannya," beber Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPD PDI Perjuangan Jakarta itu.

2 dari 3 halaman

Tak hanya itu saja, kata Kent, petugas pemadam kebakaran pun terkendala jika hendak masuk ke permukiman padat penduduk di sejumlah wilayah Jakarta, salah satu faktor permasalahannya adalah banyaknya warga memarkir mobil di pinggir jalanan sempit, sehingga menyulitkan petugas untuk masuk ke dalam.

"Saya mendapatkan keluhan dari petugas pemadam banyak warga yang memarkir mobil sembarangan di pinggir jalan sehingga memakan badan jalan, dampaknya menyulitkan petugas untuk masuk dalam melakukan pemadaman api di lokasi yang terdampak kebakaran," bebernya.

Kent meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan bisa membuat program dalam memaksimalkan peran camat, lurah hingga RT dan RW dalam melakukan sosialisasi serta edukasi terkait bahaya kebakaran dan larangan parkir mobil sembarangan di jalan.

"Seharusnya Gubernur Anies bisa membuat program untuk memaksimalkan peran camat, lurah, RW dan RT dalam melakukan sosialisasi terkait bahaya kebakaran dari aspek pencegahan, pemadaman, penyelamatan dan pembinaan. Imbauan dan edukasi menurut saya itu sangat penting, salah satu contoh supaya masyarakat tidak memarkir mobil sembarangan di pinggir jalan yang sempit, bisa dibuat peraturan jika masyarakat yang tinggal di jalan lingkungan dengan lebar jalan 6,5 meter jika ingin memiliki mobil wajib harus mempunyai garasi di rumahnya, jika tidak punya garasi jangan membeli mobil, karena akibatnya akan menyulitkan orang lain, jika melanggar harus ada sanksi yang tegas, supaya ada efek jera," ketus Kent.

3 dari 3 halaman

Lalu masalah yang lain, sambung Kent, petugas damkar kewalahan untuk mendapatkan sumber air jika terjadi kebakaran di permukiman padat penduduk karena rata rata permukiman padat ini jauh dari sumber air, hal ini juga sangat berdampak terhadap pemberian pelayanan pemadaman kebakaran secara cepat, tepat dan efisien. Oleh karena itu, Kent menyarankan agar warga yang tinggal di permukiman padat harus mempunyai sumur resapan untuk menyimpan cadangan air.

"Ya itulah segala problematika di Jakarta, kalau di permukiman padat penduduk itu rata rata jauh dari sumber air, jadi jikalau ada kejadian kebakaran akan sangat menyulitkan petugas damkar dalam proses pemadaman api di lokasi yang terbakar. Sumur resapan yang di bangun di permukiman padat penduduk yang jauh dari sumber air dan bisa menjadi salah satu solusi untuk menyimpan cadangan air serta bisa di gunakan pada saat ada musibah kebakaran" pungkas Ketua IKAL PPRA LXII Lemhannas RI ini.

Perlu diketahui sebelumnya, kebakaran indekos di Kawasan Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat, pada Rabu (17/8/2022) menewaskan enam penghuni. Keenam korban meninggal dunia lalu dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.

Kepala Sektor Tambora Suku Dinas Gulkamart Jakarta Barat, Joko Susilo mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.36 WIB. Saat itu pihaknya menerima laporan dari warga setempat dan langsung meluncur ke lokasi kebakaran.

Awal mula terjadinya kebakaran diduga terdapat korsleting listrik pada lantai 2 kamar. Akibatnya, api menjalar ke seluruh bangunan hingga kebakaran besar terjadi.

Saat pemadaman dilakukan, Sudin Gulkarmat Jakarta Barat mengerahkan 45 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) ke lokasi kejadian. Meski begitu, api sulit dipadamkan hingga akhirnya 14 unit mobil damkar tambahan yang diisi 100 personel ke lokasi. Proses pendinginan pun berhasil dilakukan.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pasma Royce mengatakan, pihaknya turun tangan untuk menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. Sejauh ini, polisi telah melakukan pengecekan langsung di TKP kebakaran. Petugas juga sudah memeriksa sejumlah saksi dan mengambil beberapa barang bukti.

Baca juga:
Kebakaran Indekos di Tambora yang Tewaskan 6 Orang Diduga Akibat Korsleting
Enam Korban Tewas Kebakaran Indekos di Tambora Teridentifikasi, Ini Identitasnya
Korsleting Kipas Angin, Penyebab Kebakaran Indekos di Tambora yang Tewaskan 6 Orang
Cari Penyebab Kebakaran Tewaskan Enam Orang di Tambora, Polisi Periksa Sembilan Saksi
Dramatis, Evakuasi 6 Korban Tewas Kebakaran di Tambora Terhalang Terali Jendela
Indekos di Tambora Terbakar, 6 Orang Tewas

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini