Anggota DPRD dari Gerindra ini bilang demo bayaran itu biasa & wajar

Selasa, 31 Maret 2015 13:26 Reporter : Fikri Faqih
Anggota DPRD dari Gerindra ini bilang demo bayaran itu biasa & wajar Demo Mars di Balai Kota. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Masyarakat Anti Rasis (Mars) melakukan aksi di depan Balai Kota DKI Jakarta kemarin, Senin (30/3). Mereka protes soal pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang memberi nama salah satu anak sapi 'USB' singkatan dari Untuk Sapi Betawi.

Di tengah aksi, seorang pendemo ngaku kesal hanya mendapatkan Rp 50.000. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik menilai, massa bayaran itu wajar terjadi.

"Dibayar sih bisa-bisa aja. Sah-sah aja. Mungkin buat makan. Lagian kan itu satu orang yang dibayarkan," ungkapnya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (31/3)?.

Politisi Gerindra ini menegaskan, Basuki atau akrab disapa Ahok harus segera bertanggung jawab atas perkataannya tersebut. Ucapan Ahok, kata dia, tak mencerminkan sikap kepala daerah yang harusnya melestarikan budaya bukan malah menghina.

"Orang Betawi pasti marah lah. Bangga apa? Masa bangga disamain sama binatang. Gubernur tuh tanggung jawab melestarikan kebudayaan lokal loh, kalau disamakan dengan binatang itu sama aja penghinaan," tutup Taufik.

Sebelumnya Ahok mengatakan bingung dengan sikap pendemo. Harusnya, kata Ahok, warga Betawi bangga karena sebentar lagi ada sapi yang dipatenkan.

"Kamu tahu sapi Madura enggak? Mesti minta maaf sama orang Madura? Orang Madura justru bangga punya sapi Madura. Sapi Sumba? Sapi Bali? Kenapa kami menyebut sapi Bali enggak minta maaf sama orang Bali? Karena dia bangga," jelasnya kemarin. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini