Andhika, sopir Livina maut didakwa pasal berlapis

Selasa, 26 Maret 2013 19:06 Reporter : Arbi Sumandoyo
Andhika, sopir Livina maut didakwa pasal berlapis Andika sopir Livina maut. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Andhika Pradipta, terdakwa kasus kecelakaan Grand Livina maut di Jalan Ampera Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri, Jakarta Selatan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Andhika dengan pasal berlapis

JPU menjerat Andika dengan Pasal 311 ayat (5) UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 229 ayat (2) UU No 22 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 231 ayat (1) huruf a, b, dan c UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Bahwa akibat perbuatan terdakwa mengakibatkan korban Hardianto dan Maulana meninggal dunia sesuai surat visum et repertum dari RSUP Fatmawati," ujar JPU Arya Wicaksana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (26/3).

Arya mengatakan terdakwa melarikan diri usai menabrak kendaraan di kawasan Kemang. Karena terdakwa tidak bisa mengendalikan mobil, tabrakan tak dapat dihindarkan.

"Terdakwa merasa panik dan tegang, lalu menambah laju kecepatan mobilnya hingga kira-kira 80 km/jam dan mematikan lampu mobil dengan berjalan zig zag hingga tidak terkendali," ujarnya.

Atas perbuatannya, Andhika terancam kurungan maksimal selama 12 tahun. Sidang yang dipimpin oleh Matius Samiadji ini akan dilanjutkan pada Selasa (2/4) mendatang.

Sementara itu kuasa hukum terdakwa, Hidayat Bostam, mengatakan akan mengajukan pembelaan saat pledoi nanti. "Biarkan prosesnya berjalan saja," jelas Hidayat. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. Livina Maut
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini