Ancaman Jakarta Tenggelam, BMKG Perkuat Monitoring Wilayah Pesisir

Selasa, 3 Agustus 2021 15:16 Reporter : Merdeka
Ancaman Jakarta Tenggelam, BMKG Perkuat Monitoring Wilayah Pesisir progres pembangunan tanggul laut Jakarta. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Kepala Pusat Layanan Informasi Iklim Terapan, Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan prediksi Jakarta bakal tenggelam sudah sejak lama. Kembali ramai diberitakan karena disinggung oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden baru-baru ini.

Ardhasena menjelaskan, memang ada penurunan muka tanah di Jakarta setiap tahunnya. Sementara, kenaikan air muka laut lebih cepat.

“Ada fenomena penurunan muka tanah (Land Subsidence) Jakarta dalam besaran beberapa centimeter pertahun. Selain itu, laju penurunan muka tanah Jakarta lebih cepat daripada rerata kenaikan air muka laut (Sea Level) yang berkisar 3mm pertahun,” ujarnya kepada merdeka.com, Selasa (3/8).

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa faktor perubahan lingkungan lebih besar daripada faktor perubahan iklim. Namun itu tidak akan langsung menenggelamkan Jakarta dalam 10 tahun. Bahasa yang lebih tepat digunakan saat ini adalah peningkatan risiko terendamnya wilayah. Salah satunya utara Jakarta dimana land subsidence mayoritas terjadi di sana.

“Upaya Pemprov dalam meng-counter hal tersebut sebagai upaya mitigasi terendam perlu mendapatkan coverage juga, seperti pembangunan sea wall di Jakarta Utara,” tambahnya.

Antisipasi BMKG

Ardhasena menuturkan, BMKG berfokus pada monitoring cuaca dan iklimnya. Salah satu caranya dengan memperkuat layanan untuk memprediksi potensi genangan banjir bersumber dari hulu maupun hilir (pesisir), potensi genangan dari banjir rob, pasang, dan lain-lain.

Monitoring yang dilakukan oleh tim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggunakan sistem Ina-CFS serta Coastal Inundation Forecasting System.

Dia juga menambahkan, tidak hanya perubahan iklim, eksploitasi air tanah, hingga kenaikan pencairan lapisan es, namun faktor dari permukaan laut juga berperan dalam terjadinya land subsidence.

“Relatif terhadap permukaan laut, permukaan tanah kita turun sehingga air berisiko masuk daratan,” ujarnya.

Program DKI

Sebelumnya,Wagub DKI Ahmad Riza Patria alias Ariza menyatakan, DKI telah memiliki program untuk mengantisipasi tenggelamnya Ibu Kota. Salah satunya adalah pembangunan Giant Sea Wall.

"Memang Jakarta dataran rendah, dikelilingi laut, tapi kita harapkan Jakarta tidak tenggelam dengan berbagai program, air bersih, pipanisasi, program Giant Sea Wall," ucapnya.

Meski memiliki banyak program, Ariza tetap meminta warga menjaga lingkungan salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan.

"Kita harapkan Jakarta tidak tenggelam dan tentu yang tidak kalah penting, perilaku masyarakat kita perbaiki untuk tidak membuang sampah sembarangan," pungkasnya.

Reporter Magang: Leony

Baca juga:
Pakar ITB: Bukan Jakarta, Ada 112 Daerah di RI yang akan Lebih Cepat Tenggelam
Penjelasan Pemprov DKI Penyerapan Anggaran Pengendalian Banjir Tidak Optimal
Anies Enggan Tanggapi Proyeksi Biden Soal Jakarta Tenggelam: Kita Urus Covid Dulu
DKI Sering Diprediksi Tenggelam, Pemerintah Diminta Siapkan Langkah Antisipasi
Wagub DKI Sanggah Joe Biden: Jakarta Tidak Tenggelam 10 Tahun Lagi
Jakarta Kembali Diprediksi Tenggelam, Ini Tanggapan Walhi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini