Alasan Pemprov DKI Tutup Park and Ride Thamrin

Kamis, 5 September 2019 12:04 Reporter : Lia Harahap
Alasan Pemprov DKI Tutup Park and Ride Thamrin Park and Ride Thamrin. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan menutup kantong parkir atau park and ride di kawasan Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat. Harapannya, warga meninggalkan kendaraan pribadinya dan beralih menggunakan angkutan umum.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Lupito, menjelaskan kebijakan itu dilakukan sejalan dengan perubahan paradigma dalam bertransportasi.

"Saat ini kita ada perubahan paradigma dalam bertransportasi yakni fokus pada penggunaan angkutan umum. Pak Gubernur kita tidak ingin lagi fasilitasi kendaraan pribadi ke pusat kota, tapi siapkan mobilisasi kendaraan pribadi ke pusat kota,"jelasnya saat berbincang dengan merdeka.com, Kamis (5/9).

"Sehingga untuk parkir ini, kita balik jadi instrumen lalu lintasnya. Yang sudah ada angkutan umumnya secara baik, maka kawasan parkirnya dibatasi atau tarifnya akan kita buat tinggi," katanya.

Atas dasar itulah, lanjutnya, Dinas Perhubungan menutup kantong parkir di kawasan Thamrin. Mengingat, di kawasan itu angkutan umumnya sudah sangat siap melayani warga.

"Seperti di Thamrin 10. Untuk koridor itu angkutan umumnya sudah baik, ada MRT, ada Transjakarta, ada Metrotrans. Karena itu kita ubahlah lahan parkir itu menjadi alat pengendali lalu lintas dengan cara kita tutup. Kemudian kita gantikan menjadi pusat kuliner, kita tumbuhkan pusat ekonomi real masyarakat," jelasnya.

"Jadi lokasi-lokasi yang membangkitkan hadirnya kendaraan pribadi kita hapus," sambung dia.

Syafrin berharap, penghapusan kantong parkir turut mengubah pola pikir masyarakat Jakarta untuk berkontribusi mengurangi kemacetan dan polisi.

"Jangan gunakan kendaraan pribadi, naiklah angkutan publik," jelasnya.

Meski menutup kantong parkir di kawasan pusat kota, katanya, Dinas Perhubungan berkomitmen memperbanyak park and ride itu ujung-ujung daerah sehingga mempermudah warga berpindah ke angkutan umum. Apalagi, dalam pengamatannya keberadaan park and ride sangat efektif mengurangi mobilisasi kendaraan ke pusat kota.

"Seperti di dekat Stasiun MRT Lebak Bulus ada park and ride. Lalu yang kawasan Ragunan dekat bumi perkemahan kita tambah. Dan tahun ini akan kita tambah dua lagi di Terminal Kampung Rambutan dan di Kalideres," katanya.

Sedangkan untuk tarifnya, kata Syafrin, ke depan akan diberlakukan dua model. "Bagi yang menitipkan kendaraan lalu lanjut dengan angkutan umum tarif perhati flat Rp 5.000. Tapi kalau dia lanjut dengan angkutan regular, akan diberlakukan tarif progresif," tegas Syafrin.

Lokasi park and ride Thamrin hingga kini masih tetap beroperasi meski spanduk penutupan sudah terpasang. Belum tahu kapan penutupan resmi dilakukan. Namun sebagai warga memilih tidak lagi memarkirkan kendaraannya di lokasi itu seiring wacana penutupan.

[lia]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini