Akankah malam muda mudi lebih sukses dari car free night?

Sabtu, 22 Juni 2013 08:08 Reporter : Muhammad Sholeh
Akankah malam muda mudi lebih sukses dari car free night? Car Free Night. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) selalu punya ide untuk meramaikan momen-momen penting dengan menggelar pesta untuk rakyat Jakarta. Jika sebelumnya menggelar car free night pada malam tahun baru dan PRJ tandingan di Monas, kali ini malam muda-mudi akan menjadi puncak perayaan HUT Jakarta. Akankan acara ini lebih sukses?

Sebelumnya, saat menggelar car free night, puluhan ribu warga ibu kota tumplek di sepanjang Jalan Sudirman, Bundaran HI, Jalan Thamrin dan Kawasan Monas. Walaupun pada malam tahun baru diguyur hujan deras, namun acara berlangsung sukses dan meriah. Sejumlah hiburan, musik dan budaya Betawi dipentaskan dengan beragam bentuk.

Di hari ulang tahun ke 486 Kota Jakarta, sejumlah rangkaian acara juga digelar selama satu bulan penuh. Dinilai hanya mementingkan pebisnis besar, acara PRJ di Kemayoran dibuat versi tandingannya oleh Jokowi di Lapangan Monas.

Selama tiga hari, dari tanggal 14-16 Juni lalu, digelar acara Pekan Produk Kreatif Daerah (PPKD). Event yang digelar di Monas ini, menurut Jokowi bakal dijadikan embrio untuk mengadakan PRJ yang lebih besar pada tahun mendatang.

Dalam puncak acara HUT ke 486 Jakarta besok ini, Jokowi mengonsep semacam pesta muda-mudi. Sejumlah hiburan, baik itu budaya Betawi ataupun beragam musik bakal dipertontonkan.

Jokowi dipastikan turun langsung di tengah-tengah warga Jakarta dan membagi-bagikan tumpeng yang sudah dibuat. Satu tumpeng raksasa dan 486 tumpeng berukuran kecil diarak dari Balai Kota dan keluar di sepanjang Jalan Protokol.

"486 tumpeng-tumpeng kecil yang di bawa oleh para SKPD, walikota, wakil walikota, bupati, camat lurah. Tumpeng raksasa dibawa dengan 40 penari," jelas Ketua HUT ke 486 Jakarta, Sylviana Murni , Jakarta, Jumat (21/6).

Menurut Sylviana, sejak pagi, akan dilakukan apel persiapan HUT ke 486 Jakarta. Jokowi bakal memantau segala persiapan dan pada sore harinya, bersama Dahlan Iskan mencanangkan pameran monorail di lapangan Monas.

"Setelah itu menerima tamu-tamu asing di Balai Kota. Kemudian mengajak tamu-tamu asing ini keluar dari Balai Kota dengan membawa tumpeng raksasa kemudian diikuti 486 tumpeng-tumpeng kecil," jelasnya.

Menurut Sylviana, tumpeng raksasa tersebut nantinya akan diberikan kepada warga kehormatan. Pertama akan diberikan kepada istri mendiang Mantan Gubernur DKI Jakarta, Henk Ngantung dan kepada tokoh Betawi yang juga Mantan Wakil Gubernur DKI, Mayjen TNI Purnawirawan AD HC H. Edi Marzuki Nalapraya.

Menurut politikus cantik DPR RI Nova Riyanti Yusuf atau biasa disapa Noriyu , pesta muda-mudi ala Jokowi bisa jadi sebagai ajang kebebasan ekspresi libido. Namun, bukan libido seks. Tetapi ekspresi untuk menyalurkan bakat seni dan budaya.

"Kebebasan bisa juga merupakan ekspresi libido (bukan libido seks, bisa libido seni). Jadi mungkin akan ada pentas musik, tarian, mural, atau apa lah," ujar Noriyu saat berbincang dengan merdeka.com, Jakarta, Kamis (20/6).

Politisi Demokrat ini yakin pesta muda-mudi yang dikonsep dan dibangun Jokowi bakal meriah nantinya. Lebih meriah jika dibandingkan dengan Car Free Nigh atau PRJ tandingan kemarin.

"Saya kok yakin ya, malam muda-mudi versi Jokowi itu bukan dengan cara "fisik" yang mana muda-mudi bisa asal peluk cium. Menyalurkan libido versi Jokowi udah pasti bukan libido seksual dan fisik-fisik gitu, tapi yang positif dan memegang nilai-nilai luhur tradisional," jelas Noriyu .

Baca juga:

Malam Muda Mudi ala Jokowi, dari reggae, rock, hingga dangdut

Awas, malam muda mudi Jokowi jadi ajang mesum

Kata warga DKI soal malam muda mudi

Warga Jakarta, ayo berpesta di malam muda mudi! [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini