Ahok tuding mahalnya harga bahan pokok bikin inflasi di DKI naik

Kamis, 2 Juni 2016 10:10 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Ahok tuding mahalnya harga bahan pokok bikin inflasi di DKI naik Wawancara Ahok bersama merdeka.com. ©2016 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Bulan Ramadan tinggal menghitung hari, namun tingkat inflasi di ibu kota sudah beranjak naik. Dimulai dari naiknya harga kebutuhan pokok seperti daging sapi, sayur-sayuran dan buah-buahan di sejumlah pasar tradisional.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meyakini naiknya inflasi bulan Mei di ibu kota sebesar 0,19 persen disebabkan naiknya harga bahan-bahan pokok. Alhasil, masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan mereka.

"Bulan ini agak naik karena dipengaruhi oleh harga daging, termasuk ayam," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (2/6).

Menurutnya, untuk menekan inflasi, Ahok meminta agar Pemprov DKI harus diberikan hak untuk impor daging. Dengan begitu, penawaran dan permintaan akan seimbang sehingga inflasi turun.

"Justru jadi masalah kalau kita buka-tutup, buka-tutup impor," ujar mantan politisi Gerindra ini.

Data kenaikan ini diketahui dari pemaparan badan Pusat Statistik DKI Jakarta yang menyebut angka memang masih di bawah inflasi Nasional, yakni 0,24 persen. Sementara untuk bulan Mei, inflasi terjadi imbas naiknya harga-harga kebutuhan pokok dan hasil pertanian.

Inflasi tersebut terjadi pada kelompok makanan sebesar 1,08 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,20 persen, kelompok kesehatan 0,20 persen, kelompok sandang 0,12 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,04 persen. [tyo]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini