Ahok sebut sepeda motor di Jakarta sudah seperti laron

Kamis, 16 Januari 2014 14:11 Reporter : Fikri Faqih
Ahok sebut sepeda motor di Jakarta sudah seperti laron Ahok. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Jakarta telah menjadi kota besar dan dengan jumlah kendaraan bermotor roda dua yang sangat banyak. Karena padatnya, Jakarta tidak bisa membangun ruang henti kendaraan bermotor seperti di Bandung, Yogyakarta dan Denpasar.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) mengatakan banyaknya kendaraan roda dua menyebabkan ruang henti tidak dapat dibangun.

"Jakarta enggak bisa. Ini karena motornya udah kayak laron, terlalu banyak. Nanti kalau motor di depan terus mobil-mobil enggak bisa lewat. Abis lampu hijau ke merah, motornya belum selesai di depan," ungkapnya di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (16/1).

Selain itu, mantan Bupati Belitung Timur itu juga mengungkapkan pengadaan ruang henti motor tak sesuai dengan kebijakan kota Jakarta yang akan melarang motor melalui jalan utama Jakarta.

"Ini juga tidak sesuai dengan kebijakan kita kan. Kita pengen semua jalan utama justru motor enggak boleh kan. Kita mau kasih bus gratis itu loh, motor enggak," terang Ahok .

Sebelumnya, kemarin Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) menyambangi Balai Kota, Jakarta. Maksud kedatangan mereka untuk mempresentasikan dan menawarkan sistem ruang henti motor seperti yang sudah diterapkan di beberapa kota.

"Kajian ini sebenarnya sudah lama. Dia sudah coba di Bogor, Denpasar, Bandung. Okelah untuk daerah yang kecil. Tapi Jakarta susah. Kita mana bisa," tandasnya. [ren]

Topik berita Terkait:
  1. Kemacetan Jakarta
  2. Jokowi Ahok
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini