Ahok sebut penghentian reklamasi pulau G membuatnya bakal digugat

Kamis, 30 Juni 2016 21:07 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Ahok sebut penghentian reklamasi pulau G membuatnya bakal digugat Ahok bersaksi di sidang korupsi UPS. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Komite gabungan yang dipimpin Menko Maritim Rizal Ramli sepakat menghentikan selamanya reklamasi di pulau G yang digarap PT Muara Wisesa Samudera (MWS), kelompok usaha Agung Podomoro Land. Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama menyebut dirinya bisa saja digugat dengan dihentikannya reklamasi itu.

PT MWS diwajibkan membuat tujuh proyek infrastruktur sebagai kompensasi kontribusi tambahan atas diberikannya izin pelaksanaan reklamasi Pulau G. Menurut Ahok, pembayaran kompensasi itu tetap dilanjutkan dengan mengalihkan melalui proyek sebagai kompensasi atas hal lain. Semisal, peningkatan Koefisien Luas Bangunan (KLB).

"Kita akan hitung kontribusi yang lain kita hitung. Dan dia juga bisa gugat, kalau gugat gimana?," kata Ahok di Balai kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (30/6).

Selain itu, pengalihan besaran kompensasi pembangunan proyek lain akan disesuaikan besarannya dengan nilai kontribusi tambahan atas dikeluarkannya izin pelaksanaan reklamasi Pulau G.

"Makanya saya lihat dulu pelajari dasar hukumnya gimana," tegas mantan Bupati Belitung Timur ini.

PT Muara Wisesa Samudera memperoleh izin pelaksanaan reklamasi melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Nomor 2338 Tahun 2014 tertanggal 23 Desember 2014. Dalam pertemuan antara Ahok dan pimpinan Agung Podomoro serta perusahaan pengembang lain pada 18 Maret 2014, disepakati PT APL dan pengembang lain membangun proyek infrastruktur sebagai kontribusi tambahan.

Berdasarkan lampiran Berita Acara Pertemuan (BAP), PT APL dibebankan untuk membangun rumah pompa dan fasilitasnya (lokasi belum ditentukan), pengadaan pompa Kali Angke, pembangunan empat blok di kompleks Rumah Susun Daan Mogot (320 unit), perbaikan infrastruktur dan penataan Dermaga Muara Angke, proyek di Boulevard Pluit, renovasi dan pengadaan furnitur untuk Rumah Susun Marunda, serta pembangun tanggul baru dalam proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). [hhw]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini