Ahok sebut kecelakaan kerja banyak disebabkan kontraktor yang ngirit

Selasa, 19 Januari 2016 12:37 Reporter : Marselinus Gual
Ahok sebut kecelakaan kerja banyak disebabkan kontraktor yang ngirit Ahok. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menekankan pentingnya keselamatan kerja dalam pembangunan di DKI Jakarta. Terkait itu, Dia meminta agar pekerjaan konstruksi tidak dikerjakan sembarang orang dan tidak menggunakan alat kerja dengan pilihan merek murah.

"Kita mesti berani tegas kalau memang disarankan (peralatan) diperbaiki, diganti, ya lakukan. Kami juga sudah minta nggak boleh lagi pergantian alat-alat itu dengan kontraktor yang bukan pemegang merek," ujar Ahok di Balai Kota, Selasa (19/1).

Menurut Ahok, selama ini kecelakaan kerja diakibatkan oleh ulah kontraktor yang ingin menghemat biaya. Parahnya lagi, mereka kerap memilih pekerja yang kurang berpengalaman. Akibatnya pekerjaan tidak dapat diselesaikan sesuai standar dan justru rentan menimbulkan kecelakaan.

"Kami pun pemerintah dorong service harus oleh agen tunggal pemegang merek. Baru dia ngerti dan harus jaga. Bahkan kami mulai mendorong kalau merek baru nggak jelas, kita mulai hindari," ungkap dia.

Lebih dari itu, K3 merupakan persyaratan perdagangan global dan upaya manajemen perusahaan untuk melindungi kerugian akibat kecelakaan kerja. Juga untuk menciptakan tempat kerja yang sehat, aman dan produktif, serta merupakan kebutuhan dan hak pekerja dalam mencapai kesejahteraan.

“Oleh karena itu, dalam kondisi apapun K3 wajib untuk dilaksanakan sesuai dengan peraturan dan standar baik nasional maupun internasional,” demikian Ahok.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta Priyono mengatakan, pemilihan lokasi apel K3 di lokasi pelaksanaan proyek konstruksi bangunan didasarkan pada masih tingginya kasus kecelakaan kerja pada sektor tersebut.

“Perlindungan terhadap para pekerja pada sektor jasa konstruksi belum maksimal, ditandai dengan terus terjadinya kecelakaan kerja dan belum terpenuhinya standard keselamatan kerja,” ucap Priyono.

Hal tersebut tercermin dalam data kecelakaan di wilayah Jakarta berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan Kanwil DKI pada 2015.

Terdapat kecelakaan kerja sebanyak 5.567 kasus dengan kerugian atau klaim JKK sebesar Rp 150 miliar. Kemudian klaim JKM sebesar Rp 68 miliar. Sedangkan kecelakaan kerja di sektor jasa konstruksi sebanyak 363 kasus dengan kerugian atau klaim JKK sebesar Rp 6,8 miliar. [ren]

Baca juga:
Ahok deklarasikan Rintisan Sekolah Aman Bencana

Sering kebakaran, Tambora bakal dibangun apartemen 16 lantai

Ahok ingatkan standar keselamatan kerja

Dari camat hingga satpam mal, diingatkan Ahok antisipasi teror

Ahok: Ketua RT/RW urusan teroris saja cuek, gimana warga sakit

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini