Ahok sebut gugatan warga Bukit Duri hambat normalisasi kali Ciliwung

Selasa, 16 Agustus 2016 09:45 Reporter : Anisyah Al Faqir
Ahok sebut gugatan warga Bukit Duri hambat normalisasi kali Ciliwung Ahok tinjau normalisasi Kali Ciliwung. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, proyek normalisasi kali Ciliwung harus di perpanjang. Sebab, saat ini proyek itu tertunda karena adanya gugatan class action dari warga Bukit Duri yang tengah bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

"Bisa-bisa 2018 (diperpanjang lagi), kalau lihat kondisi gugat-menggugat dan rumah susun belum siap," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (16/8).

Lebih lanjut Ahok menuturkan selain adanya gugatan class action, rumah susun untuk relokasi warga bukit duri juga nyatanya belum rampung dikerjakan. "Kita masih harus perpanjang lagi sampai tahun depan karena rusunnya kan belum siap," ujar Ahok.

Dia juga merasa serba salah dengan keinginannya untuk menyejahterakan warga Jakarta dengan memindahkan tempat tinggal ke daerah yang lebih baik. Seperti membuat rusun.

Soal iuran rusun yang dikeluhkan warga, Ahok menilai hal itu hanya sebagai upaya mendisiplinkan warga saja.

"Saya juga bingung, sepanjang sejarah kita mungkin enggak ada yang lebih baik dari kita dan enggak bayar loh, saya subsidi ini hanya untuk disiplin mereka dengan membayar iuran," terang Ahok.

Meski demikian, Ahok juga berencana untuk melakukan hal yang sama dengan warga pasar ikan, Penjaringan, Jakarta Utara. Saat ini Pemprov DKI akan membeli tanah di daerah Muara Baru untuk dibangun rusun untuk relokasi. Sayangnya, tanah yang hendak dibeli lantaran tengah bersengketa.

"Ya warga pasar ikan mau gitu, sekarang kita lagi mau beli tanah di muara baru, cuma lagi digugat orang lagi," pungkas Ahok. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini