Ahok pasrah soal tawuran warga Johar Baru

Selasa, 19 November 2013 06:02 Reporter : Fikri Faqih
Ahok pasrah soal tawuran warga Johar Baru Ahok baju betawi. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Warga Johar Baru, Jakarta Pusat kembali terlibat tawuran Senin dini hari (18/11). Ironisnya, tawuran justru terjadi hanya hitungan jam setelah Festival Budaya Kampung Johar Baru, yang digelar untuk mendamaikan warga.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja ( Ahok ) mengatakan pasrah dengan masyarakat Johar Baru, karena sulit untuk diajak damai. Sehingga perlu penanganan secara bertahap dalam pencegahannya.

"Karena memang kita tidak bisa berbuat apa-apa. Memang masyarakat itu sulit diomongin, mereka harus ditangani secara bertahap," kata Ahok di Balai kota DKI Jakarta, Senin (18/11) malam.

Penangan warga Johar Baru dengan penegakan hukum dinilai mantan Bupati Belitung Timur bukan solusi. Karena infrastruktur hukum masih belum bisa memberikan ruang untuk menerapkan efek jera.

"Sedangkan kalau penegakan hukum mau ditegakkan penjara kita tidak memadai. Jadi semua kita serahkan saja kepada pihak kepolisian," pungkasnya.

Sebelumnya, tawuran antar warga RW 1 dan RW 4 ini lebih besar dari biasanya. Tidak hanya saling lempar batu, mereka juga menggunakan petasan.

Akibat petasan itu, dua rumah hangus terbakar. Petasan yang meledak itu mengenai bensin eceran kemudian terbakar dan mengenai rumah.

"Akibat tawuran tersebut dua rumah milik Abdullah Amin dan Ibu Sundari juga satu unit sepeda motor ikut terbakar," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto , saat dihubungi, Senin (18/11). [hhw]

Baca juga:
Tawuran di Johar Baru sudah turun temurun
Warga Johar Baru tawuran gunakan petasan roket hingga golok
Warga Johar Baru tawur beberapa jam usai festival anti-tawuran
Wali Kota: Tawuran di Johar Baru ibarat penyakit komplikasi

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Tawuran
  3. Jokowi Ahok
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini