Ahok: Organda kan payah minyak turun, enggak mau turun!

Jumat, 1 April 2016 11:44 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Ahok: Organda kan payah minyak turun, enggak mau turun! angkutan umum. merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Pemerintah telah menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, per hari Jumat (1/4). Bahan bakar Premium dan Solar pun turun sebesar Rp 500 per liter. Penurunan ini ternyata belum diikuti dengan turunnya tarif angkutan umum di bawah Organisasi Angkutan Darat (Organda) di Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyesalkan belum diturunkannya tarif angkutan padahal BBM sudah turun. Padahal, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan memastikan tarif angkutan umum akan diturunkan sekitar tiga persen.

"Sekarang Organda kan payah pas minyak naik mereka minta naik, minyak turun enggak mau turun," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (1/4).

Bila tak segera diturunkan, Ahok mengancam akan segera mengambil alih seluruh rute trayek angkutan umum ke dalam satu jalur. Apalagi, penambahan bus-bus baru akan semakin membuat Organda semakin terjepit.

"Makanya tahun ini enggak bisa sandera kami lagi karena semua jalur akan kami ambil. Dulu bus enggak cukup dan trayeknya hanya di dalam Transjakarta. Sekarang semua trayek kami mau ambil," tegasnya.

Dengan langkah ini, nanti Ahok akan menetapkan tarif yang sama untuk tiap angkutan massal di Jakarta, yakni dengan sistem rupiah per kilometer. Besaran tarif yang harus dibayar penumpang pun hanya sebesar Rp 3500.

"Saya pengen semua kami ambil 3500 saja dari Tangerang dari Depok, Bekasi," pungkas Ahok.

Seperti diketahui, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan memastikan tarif angkutan umum akan diturunkan sekitar tiga persen. Ini menyusul penurunan harga premium dan Solar sebesar Rp 500 per liter.

Penurunan tarif ini berlaku untuk angkutan sungai dan penyeberangan, kereta dan transportasi darat.

"Kurang lebih 3 persen, ada yang nanti kena 2,5 persen. Implementasinya ini tidak bisa serta merta. Makanya ini lagi dibikin formulasinya, diskusi dengan pemerintah daerah, penerapannya itu yang bisa efektif bagaimana," ujarnya diJakarta, Kamis (31/3). [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini