Ahok kesal Organda tak ubah tarif angkutan meski BBM turun

Kamis, 31 Maret 2016 14:28 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Ahok kesal Organda tak ubah tarif angkutan meski BBM turun ahok dan paloh. ©2016 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyesalkan kebijakan dari Organisasi Angkutan Darat (Organda) yang enggan menurunkan tarif meskipun Bahan Bakar Minyak ( BBM) sudah turun. Harga BBM diketahui turun per 1 April 2016. Ahok sapaan Basuki pun meminta tarif angkutan untuk diturunkan.

"Pokoknya BBM turun juga enggak pernah turun kan tarifnya," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta, Kamis (31/3).

Bila tak juga diturunkan, Ahok mengancam tidak akan memberikan izin operasi bagi para operator swasta. Dia juga menegaskan akan mengambil alih angkutan umum di dalam kota.

"Kita putuskan tak pernah berikan transport umum ke swasta. Mereka enggak ada toleransi," tegas Ahok.

Alasannya, jika tarif urung diturunkan, maka warga DKI akan terbebani dengan biaya angkutan yang mahal. Hal ini bertolak belakang dengan rencananya yang akan menerapkan sistem rupiah per km yang diyakini jauh lebih terjangkau.

"Yang kita tawarkan rupiah per km. Semua bus dalam kota kita ambil alih. Kalau mau bersaing silakan tak akan sanggup," tutup mantan politisi Gerindra ini.

Seperti diketahui, pemerintah memutuskan untuk menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar sebesar Rp 500 per liter. Dengan demikian, harga Premium yang awalnya Rp 6.950 per liter turun menjadi Rp 6.450 per liter dan harga solar yang awalnya Rp 5.650 per liter turun menjadi Rp 5.150 per liter. Penurunan ini akan berlaku mulai 1 April 2016.

"Telah diputuskan harga baru yang akan berlaku mulai 1 april 2016. Bahwa regulasi kita meminta pemerintah untuk tidak melepaskan harga BBM sepenuhnya pada mekanisme pasar. Harus ada stabilitas, smooth, karena itu hari ini kita memutuskan harga premium menjadi Rp 6.450 per liter turun Rp 500, solar menjadi Rp 5.150 per liter," ujar Menteri ESDM Sudirman Said dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (30/3).

Meski diputuskan harga premium dan solar turun Rp 500 per liter, penurunan tak berlaku untuk harga minyak tanah. "Minyak tanah tetap dan tidak ada perubahan. Kita dengan konsisten menjaga harga akan tetap kita pertahankan agar masyarakat bisa menyusun rencana dengan baik," kata dia.

Namun, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah malah mengaku kesulitan menertibkan penurunan tarif angkutan umum. Hal itu ia ungkapkan usai berkonsultasi dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda).

"Terus terang secara aturan harus mengikuti tapi fakta dilapangan sulit lho," ujar Andri usai rapat dengan Polda Metro Jaya di Dinas Perumahan DKI, Jakarta, Kamis (31/3).

Andri mengungkapkan penurunan 3 persen harga BBM berarti tarif angkutan umum akan turun sebesar Rp 200 perak. Hal itu, ia khawatirkan malah akan menimbulkan keributan di lapangan.

"Kemarin sudah berkonsultasi dengan Organda mereka akan mengikuti harga tarif harga BBM. Tapi susah juga turun harga BBM turun 3 persen turun 200 perak nanti jadi berantem kalau masalah 200 perak. Misalnya bayar Rp 4.000 kembalian 200 perak enggak ada ribut. Nyari duit 200 perak susah lho," tandasnya.

[eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini