Ahok: Juru parkir mantan preman perlu digaji Rp 4 juta per bulan

Reporter : Nurul Julaikah | Rabu, 3 Juli 2013 15:07
Ahok: Juru parkir mantan preman perlu digaji Rp 4 juta per bulan
razia parkir motor. merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) kembali berwacana tentang gaji juru parkir harus berkisar Rp 4 juta. Hal ini, bertujuan agar tidak ada korupsi pendapatan dari parkir.

Cara Irit Pererat Pertemanan dengan Jalan-Jalan"Jadi juru-juru parkir sekarang yang mungkin dulu mantan preman itu harus dikasih gaji yang layak. Sekarang daripada nilep-nilep, mungkin lebih dari Rp 4 juta dia tilep," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Rabu (3/7).

Menurutnya, setiap area parkir akan terpasang CCTV sehingga sistemnya akan menggunakan mesin parkir. Untuk merealisasikannya, Pemprov akan menggunakan mekanisme tender investasi.

"Nah kita minta revenue sharing-nya minimal 30 persen. Nah 70 persen dia bisa pakai operasional untuk bayar juru-juru parkir. Nah jukir kami yang dapat sharing 30 persen ini kita bisa gaji yang layak," jelasnya.

Dari sistem pembagian pendapat tersebut, Ahok menilai gaji Rp 3 juta- Rp 4 juta merupakan pendapatan yang layak buat juru parkir. "Ya kalau menurut saya Rp 3 juta- Rp 4 juta," katanya.

Ahok menambahkan juru parkir akan memanfaatkan preman yang tidak memiliki pekerjaan pasti. Daripada memanfaatkan preman, lebih baik memberi mereka gaji tinggi.

"Preman kan free man, enggak ada kerjaan. Bukan preman digaji Rp 4 juta," tandasnya.

Baca juga:
Seperti apa 'Bulog tandingan' ala Jokowi-Ahok
Ahok: Dinas Pariwisata benahi Monas, baru minta tambah anggaran
Jokowi mau bikin pasar murah setiap minggu

[tts]

Rekomendasi Pilihan

KUMPULAN BERITA
# Jokowi Ahok

Komentar Anda



BE SMART, READ MORE