Ahok janji tindak tegas kasus jual beli unit di Rusun Pulogebang

Sabtu, 15 Juni 2013 15:37 Reporter : Laurel Benny Saron Silalahi
Ahok janji tindak tegas kasus jual beli unit di Rusun Pulogebang Rusun Pulogebang. ©2013 Merdeka.com/Laurel Benny Saron Silalahi

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, angkat bicara soal dugaan penganiayaan yang dilakukan pengelola rusun Pulogebang, terhadap penghuni rusun bernama Reinaldi. Sebelumnya Reinaldi sempat mengungkapkan adanya praktik jual beli unit.

Menurut pria yang sering disapa Ahok ini, pihaknya sudah mengirim orang untuk mencari tahu kebenaran kasus tersebut. Ahok berjanji akan memberikan sanksi tegas jika praktik jual beli rusun tersebut benar adanya.

"Itu lagi dicek, ada yang mengaku dipukul. Jadi kalau ada pemukulan harus cepat-cepat divisum, supaya tidak terjadi crash. Kalau terbukti ada jual beli rusun kita kasih sanksi tegas pastinya," ujar Ahok usai menjadi pembicara di Universitas Tarumanegara, Jakarta Barat, Sabtu (15/6).

Ahok mengatakan, penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Pulogebang seharusnya ditempati oleh para warga yang tidak mampu dan terkena bencana alam.

"Jadi rusun ini sebenarnya tidak boleh buat umum, hanya warga DKI yang tidak mampu," jelasnya.

Terkait adanya penghuni rusun yang memiliki perlengkapan yang mewah, seperti menggunakan Air Conditioner (AC) dan TV kabel, politisi Partai Gerindra ini menjelaskan bahwa hal itu tidak wajar.

"Kalau pakai AC sebenarnya ini gak balance. Tapi mungkin yang masuk awalnya belum mampu, karena sewa lebih murah, dia bisa beli dong. Tapi kalau sewa di rumah petak, ruangan petak bisa Rp 200 ribu - Rp 500 ribu, kalau di rusun cuma Rp 100-150 ribu, jadi bisa save Rp 300 ribu. Nah itu bisa ditabung buat beli AC," jelasnya. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Jokowi Ahok
  3. Rumah Susun
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini