Ahmad Dhani susul Rhoma dan Mahfud MD di-PHP PKB?

Jumat, 18 Maret 2016 09:21 Reporter : Dieqy Hasbi Widhana
Ahmad Dhani susul Rhoma dan Mahfud MD di-PHP PKB? Ahmad Dhani di HUT Garda Bangsa. ©2016 Merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Setelah menjadi loyalis Prabowo-Hatta di era Pilpres 2014 silam, Musikus Ahmad Dhani semakin percaya diri (pede) masuk ke dalam arus politik. Dia mengklaim diri sendiri sebagai bakal calon Gubernur DKI Jakarta yang akan diusung PKB 2017 mendatang.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Boni Hargens menilai, Dhani hanya menjadi korban strategi partai politik. Jauh hari dia diperkenalkan ke publik, namun hanya sebagai penggembira saja.

"Ahmad Dhani itu catatan kaki dalam proses pertarungan ini. Dia hanya penggembira. Justru saya melihat Ahmad Dhani sedang dipermainkan oleh arus politik ini," kata Boni saat dihubungi merdeka.com, Jumat (17/3).

Boni yakin dalam perebutan kursi panas sebagau Gubernur DKI, Dhani akan jauh nilainya dari bakal calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang maju lewat jalur independen. Bahkan dia menilai Dhani akan bernasib serupa Pedangdut Rhoma Irama dan Mahfud MD. Keduanya sempat digelandang sebagai bakal calon presiden di era Pilpres 2014 silam. Namun akhirnya PKB justru tidak mengusung keduanya.

Menyimpan dendam Rhoma akhirnya keluar dari PKB lalu membentuk Partai Idaman. Sedangkan Mahhfud hengkang dari instruksi internal dengan menyebrang ke partai lain untuk mendukung calon presiden Prabowo-Hatta.

"Saya kira akan mengalami nasib yang sama seperti Rhoma Irama. Berlebihan kalau dia merasa punya potensi bisa melawan Ahok atau yang lain. Kalau kita lihat secara kualitatif melawan Ahok itu butuh figur yang bukan hanya populer, tetapi juga punya rekam jejak di dunia politik yang bagus, punya jaringan politik yang kuat, disukai oleh publik. Nah ini kan Ahmad Dhani orang suka lagunya, bukan Dhani," ujarnya.

Boni menganggap tak masalah partai politik memasang strategi memunculkan bakal calon yang populer dan penuh kontroversi. Menurutnya hal tersebut sebagai bagian untuk menyikapi dinamika persaingan pemilu yang berubah-ubah.

Saya dengan ketum belajar tentang fenomena Ahok Jokowi. mereka kerja keras dan banjir kok bisa ditangani ahok. Di tempat saya di Kalibata kemarin banjir tapi ternyata dua jam surut. Itu dahsyat.

Anggota Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maman Imanulhaq sendiri justru mengaskan jika partainya lebih tertarik untuk mendukung atau mengusung Ahok. Dia menyebut bahwa Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menilai kerja Ahok dan solidnya Teman Ahok membuat bakal calon independen itu ideal bagi Jakarta.

"Cak Imin tertarik dengan fenomena Ahok. Fenomena Ahok dan relawan itu untuk evaluasi partai harus cepat partisipasi dan dengar suara publik. Makanya kami belajar fenomena Jakarta, sosok ahok yang ideal buat Jakarta," ungkap wakil ketua fraksi PKB di DPR tersebut.

Bahkan PKB berharap agar Ahok membuka ruang bagi dukungan PKB. Menurutnya Cak Imin tidak pernah memandang calon dari unsur agamanya, namun lebih memilih calon pada rekam jejak kinerja konkrit.

"Jadi kalau istilah ketua umum kami itu, kenapa PKB enggaka komunikasi dengan Ahok. Pertanyaannya dibalik, 'Kenapa Ahok ke PKB ya?' Kami dengan lega buka pintu. PKB tak pernah liat agama asal usul latar belakang PKB liat kerja. Ahok islami, kerja keras," pungkasnya. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini