Ada Pembangunan Underpass Senen Selama 1 Bulan, Lalu Lintas Dialihkan

Selasa, 30 Juni 2020 16:46 Reporter : Nur Habibie
Ada Pembangunan Underpass Senen Selama 1 Bulan, Lalu Lintas Dialihkan Progres Pembangunan Underpass Senen Extension. ©2020 Liputan6.com/Immanuel Antonius

Merdeka.com - Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta melakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Rekayasa lalu lintas itu dilakukan karena adanya pekerjaan pembangunan underpass Senen, extention di simpang, Senen.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, pembangunan underpass Senen extention nantinya akan mengakomodir pergerakan lalu lintas dari Timur (Pulogadung) belok kanan ke Utara yang terhubung dengan underpass eksisting.

"Untuk menunjang kegiatan tersebut akan dilakukan rekayasa lalu lintas sesuai pentahapan pekerjaan. Simpang Senen Pekerjaan konstruksi di simpang Senen sisi Utara tiang flyover Senen yang semula dimulai tanggal 5 Mei sampai dengan 5 Juni 2020 menjadi sampai dengan tanggal 5 September 2020," kata Sambodo dalam keterangannya, Selasa (30/6).

Ia menjelaskan, lalu lintas dari arah Selatan atau Salemba menuju Timur atau Pulogadung yang semula menggunakan jalan sisi Utara tiang fiyover dialihkan melalui sisi Selatan tiang flyover.

"Lalu lintas dari Barat (Tugu Tani) menuju Timur atau Pulogadung yang semula menggunakan jalan sisi Utara tiang flyover dialihkan melalui sisi Selatan tiang flyover dan dapat belok kanan menuju Selatan atau Salemba mengikuti fase lampu lalu lintas," ujarnya.

"Lalu, pelayanan bus Transjakarta koridor 4 Ancol, Kampung Melayu, penumpang dari arah Kampung Melayu yang akan turun di Halte Transjakarta Senen Central dialihkan ke Halte Transjakarta Budi Utomo," sambungnya.

Selanjutnya, untuk lalu lintas simpang Kramat Bunder dari Utara atau Bungur yang semula dapat belok kanan di simpang Kramat Bunder dialihkan belok kiri berputar di atas underpass. "Lalu lintas dari arah Barat atau Tugu Tani dan Utara atau Ancol yang semula putar balik di simpang Kramat Bunder dialihkan lurus berputar di atas underpass," ucapnya.

Selain itu, ia menyebut, mulai 30 Juni 2020 hingga 30 Juli 2020. Kendaraan dari arah Timur atau Pulogadung yang menuju Barat atau simpang Senen, yang semula dapat melalui underpass, kini dialihkan melalui jalan atas underpass.

"Tanggal 31 Juni 2020 underpass sisi Selatan dapat dilalui 1 lajur untuk kendaraan kecil. Sedangkan kendaraan besar masih menggunakan jalan atas underpass," sebutnya.

"Untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di Simpang Senen, kendaraan dari arah Timur atau Pulogadung dapat melalui Jalan alternatif, Jalan Letjend Suprapto-Jalan Tanah Tinggi Barat-Jalan Benyamin Sueb (menuju Ancol) atau Jalan Kemayoran Gempol-Jalan Garuda-Jalan Bungur Raya-Jalan Gunung Sahari 3-Jalan Gunung Sahari-Jalan Budi Utomo menuju Tugu Tani atau Jalan Salemba Raya menuju Matraman," sambungnya.

1 dari 1 halaman

Jamin Keselamatan Pengguna Jalan

Ia menegaskan, PT Modem Wahana KSO selaku pelaksana pembangunan underpass Senen extention bertanggungjawab sepenuhnya terhadap keselamatan dan keamanan pengguna jalan (motorized dan unmolorized) di lokasi pekerjaan.

"Diimbau kepada para pengguna jalan agar menghindari ruas jalan tersebut dan dapat menyesuaikan pengaturan lalu lintas yang ditetapkan, mematuhi rambu-rambu Ialu lintas, petunjuk petugas di lapangan serta mengutamakan keselamatan di jalan," tutupnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Pusat Lilik Sumardi mengatakan, sebelum diberlakukan atau penutupan underpass tersebut. Pihaknya sudah melakukan sosialisasi terlebih dahulu.

"Seminggu yang lalu sudah disosialisasi, lanjut ini penutupan untuk penyambungan terowongan yang dari Jalan Suryopronoto ke terowongan Atrium Senen, pengalihan arus selama sebulan peresmian bulan 12 (Desember)," ujar Lilik.

[eko]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Lalu Lintas
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini