Ada Korban Tewas, DKI Evaluasi SOP Penyiapan Makanan Tambahan Anak Sekolah

Selasa, 17 September 2019 04:01 Reporter : Merdeka
Ada Korban Tewas, DKI Evaluasi SOP Penyiapan Makanan Tambahan Anak Sekolah Ilustrasi keracunan makanan. ©Shutterstock/pogonici

Merdeka.com - Dinas Kesehatan DKI Jakarta berencana mengevaluasi standar prosedur operasional penyiapan makanan tambahan anak sekolah (PMT-AS). Hal tersebut akibat adanya anak yang meninggal diduga keracunan PMT-AS.

"Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan akan berkoordinasi dalam rangka meningkatkan kualitas program PMT-AS di antaranya dengan cara mengevaluasi standar prosedur operasional penyiapan makanan," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti dalam keterangan tertulis, Senin (16/9/2019).

Selanjutnya yakni memberikan pelatihan serta melakukan penapisan kesehatan bagi para petugas. Lanjut dia yakni, memperketat pengawasan untuk memastikan makanan yang dibagikan dihabiskan di sekolah.

"Jadi tidak diperkenankan untuk dibawa pulang (makanannya)," ucapnya.

Selain itu, yakni memberikan label pada kemasan makanan di mana diharuskan mencuci tangan sebelum makan. Tak hanya itu makanan juga harus dihabiskan saat itu juga.

"Tujuan dari program ini di antaranya adalah untuk meningkatkan kecukupan asupan gizi anak sekolah melalui makanan tambahan dan meningkatkan ketahanan fisik anak sekolah dalam mengikuti kegiatan belajar," paparnya.

Sebelumnya, seorang anak berinisial LSZ diduga meninggal dunia akibat keracunan makanan PM-TAS yang dibawa kakaknya dari sekolah. LSZ sempat dirawat di RSUD Koja.

Dia didiagnosa dokter mengalami infeksi saluran pernapasan, kadar garam tinggi, serta infeksi saluran pencernaan.

Orangtua LSZ menyampaikan bahwa anaknya telah lama mengidap penyakit gangguan pernapasan. Namun untuk dua penyakit lainnya baru dialami si anak bontot setelah mengonsumsi nasi goreng PM-TAS.

Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com [eko]

Topik berita Terkait:
  1. Keracunan Makanan
  2. Pemprov DKI
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini