5 Tempat di Jakarta dulu terkenal sekarang tinggal kenangan

Rabu, 28 Maret 2018 07:46 Reporter : Syifa Hanifah
5 Tempat di Jakarta dulu terkenal sekarang tinggal kenangan Permukiman penduduk di Jakarta. ©2017 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Bagi warga Jakarta yang hidup di zaman 80-90an pasti pernah ke tempat-tempat ini. Tapi jangan harap untuk anak zaman sekarang, karena tempat- tempat ini sekarang tinggal nama dan tinggal kenangan. Berbagai alasan kenapa tempat-tempat yang dulu hits harus tutup.

Faktor yang paling utama karena tidak mampu bersaing dengan tempat-tempat yang lebih modern yang menarik anak muda untuk datang atau karena tidak ada biaya untuk melanjutkan biaya operasionalnya sehingga gulung tikar. Di mana saja?

1 dari 5 halaman

Taman Ria Senayan

Permukiman penduduk di Jakarta. ©2017 merdeka.com/dwi narwoko

Dulu Dunia Fantasi punya pesaing yang terletak di jantung kota Jakarta. Tempat ini dulu sangat hits di zamannya. Namun sekarang tinggal kenangan, nama tempat tersebut adalah Taman Ria Senayan. Walaupun wahana permainan yang ditawarkan tidak terlalu banyak, tapi Taman Ria Senayan bisa jadi solusi yang praktis pencari hiburan.

Satu hal yang paling diingat dari Taman Ria Senayan adalah danau dengan perahu-perahuan tandem yang dijadikan tempat untuk memadu kasih.

2 dari 5 halaman

Toko bunga dan ikan Barito

Taman Ayodya. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Bagi penyuka bunga atau ikan hias pasti tahu tempat ini. Tempat ini selalu ramai terlebih menjelang hari kasih sayang yakni toko bunga dan ikan yan berjualan di wilayah Barito. Walaupun harganya relatif lebih mahal dibandingin dengan di Rawa Belong, tapi toko bunga di Jakarta Selatan ini tetep jadi favorit. Sayangnya, tempat ini sudah digusur.

Penggusuran saat itu dilakukan oleh Gubernur Fauzi Bowo. Lokasi dagang itu sekarang sudah menjadi taman kota yang diberi nama Taman kota Ayodya.

3 dari 5 halaman

Stadion Lebak Bulus

Stadion Lebak Bulus dibongkar. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Stadion Lebak Bulus dulunya adalah markas untuk tim sepak bola ibu kota, Persija. Stadion menjadi saksi bisu kejayaan klub kebanggaan ibu kota. Namun sekarang semua sudah rata dengan tanah. Pada 2013 lalu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang saat itu masih menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI menginstruksikan pembokaran Stadiun Lebak Bulus.

Penggusuran Stadion Lebak Bulus untuk dijadikan depo mega proyek transportasi massal berbasis rel atau Mass Rapid Transit (MRT). Sebagai ganti Pemprov DKI akan membangu stadion yang nantinya bisa digunakan klub yang identik dengan warna oranye tersebut. Stadion itu adalah Stadion BMW di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

4 dari 5 halaman

Aquarius Mahakam

Kolektor kaset. ©2017 Merdeka.com/iqbal s nugroho

Bagi pencinta masuk pasti tahu apa itu Aquarius Mahakam. Ini adalah tempat penjualan kaset atau CD terlengkap. Namun berkembangnya zaman membuat toko CD ini harus gulung tikar pada tahun 2013 lalu.

Aquarius Mahakam adalah menjadi saksi sejarah bagi perkembangan musik Indonesia. Karena dari toko ini, telah tercatat perkembangan musik Indonesia sesuai dengan zamannya.

5 dari 5 halaman

Biskop Benhil

Bioskop. ©2016 merdeka.com/muhammad zul atsari

Dulu tempat ini menjadi tempat muda-mudi ibu kota menikmati film Tanah Air. Namun sejak tahun 2009 Gedung Bioskop Benhil Raya Theater telah tutup. Bioskop ini berada di komplek Pasar Tradisional Bendungan Hilir. Bioskop ini mulai beroperasi pada tahun 1976, bersamaan dengan mulai dibukanya Pasar Benhil.

Saat itu, untuk tiket masuk bioskop, pengunjung dikenakan biaya yang sangat terjangkau sebesar Rp 2.500 per orang. Dan film yang ada di bioskop tersebut diganti setiap tiga hari sekali. Namun, sejak 2009 bioskop ini sudah tidak beroperasi lagi. Saat ini, sebagian ruangan eks-bioskop dipergunakan untuk kantor pengelola pasar. [has]

Baca juga:
Menikmati keasrian taman baru di sisi barat Monas
Anies ingin perbanyak ruang terbuka hijau dan biru di Jakarta
Pengunjung sayangkan minimnya sosialisasi Lokbin Taman Intan
Ajak warga jaga Situ Lembang, Djarot sebut orang waras cinta lingkungan
Pecahan tembok Berlin hiasi RPTRA Kalijodo
Djarot harap Anies-Sandi teruskan pembangunan RPTRA

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini