4 Serangan PKL Tanah Abang ke Jokowi-Ahok

Selasa, 16 Juli 2013 09:41 Reporter : Lia Harahap
3. Bantah ada mafia lapak yang dibayar puluhan juta

Merdeka.com - Ahok kesal bukan main dengan sikap keras PKL Pasar Tanah Abang yang mau direlokasi. Dia yakin, pedagang berani melawan karena ada yang membekingi, yakni mafia lapak yang sudah disetor puluhan juta.

Tapi pernyataan langsung dibantah para pedagang. Mereka tak merasa mengeluarkan uang untuk menempati lokasi saat ini. Jika pun ada, hanya uang kebersihan dan nilainya hanya beberapa ribu.

"Kita disini gratis kok," ujar salah satu pedagang, Aswarman (50).

Dia menambahkan, urusan lapak dagangan mereka hanya dikenakan uang retribusi sampah sebesar Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu. Gratisnya mereka berdagang karena yang berjualan memang orang-orang lama.

"Kebanyakan warga belakang Pasar Tanah Abang makanya kita gratis. Kalaupun ada palingan ada setoran keamanan Rp 100 ribu ke preman-preman," ujar pria yang telah berdagang selama 15 tahun itu.

Hal senada juga diucapkan oleh pedagang lain, Tuti (45).

"Apalagi calo, kita gratis karena kita orang lama yang dagang. Ada juga yang orang lama namun lapaknya di wariskan ke kerabatnya dan ada itung-itungannya," katanya.

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.