4 Kejanggalan kasus wartawati diperkosa versi polisi

Selasa, 2 Juli 2013 04:05 Reporter : Hery H Winarno
Ilustrasi perkosaan, pelecehan seksual, pencabulan. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock

Merdeka.com - MC (31) seorang wartawati sebuah media nasional melaporkan dugaan kasus pemerkosaan yang menimpanya. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.22 WIB, Kamis (20/6) lalu di sekitar Jalan Matraman, Jakarta Timur.

Kepada polisi, korban mengaku diperkosa seorang pria yang mengenakan kaos hitam ketat, bercelana jeans dan sepatu kets. Saat itu korban berpapasan dengan pelaku. Pelaku langsung menonjok, dan menyeret korban ke dalam gang sempit yang kondisinya sepi.

Dalam keadaan lemah dan babak belur inilah korban diperkosa pelaku, teriakan korban yang meminta tolong tak terdengar oleh warga. Pelaku bisa leluasa menjalankan aksi bejatnya di gang buntu itu.

Usai diperkosa, korban langsung ditinggal pergi oleh pelaku. Beruntung ada warga yang menolong korban, saksi berinisial A itu langsung membawa MC ke Polres Metro Jakarta Timur. MC pun langsung membuat laporan di Unit PPA, petugas pun langsung membawa korban ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani visum.

Meski demikian polisi kesulitan untuk membekuk pelaku. Tidak itu saja, polisi juga membeberkan beberapa kejanggalan dalam kasus ini.

"Kita temui ada kejanggalan dalam laporan korban," ujar Kasubdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (1/7).

Berikut empat kejanggalan kasus pemerkosaan tersebut versi polisi.

\r\n
Topik berita Terkait:
  1. Pemerkosaan
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.